BULELENG — Buleleng Festival (Bulfest) 2026 membuktikan diri bukan sekadar panggung hiburan seni dan budaya bagi warga Singaraja. Perhelatan yang berlangsung akhir pekan ini juga menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi kreatif masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat.
Ruang eksibisi yang disiapkan Pemkab Buleleng di kawasan Singa Ambara Raja Zona A dipenuhi beragam produk, mulai dari karya seni berbahan dasar limbah plastik hingga makanan olahan rumahan. Kehadiran galeri ini menjadi titik temu antara edukasi lingkungan, kreativitas, dan peluang pasar baru.
Wajah Plastik: Mengubah Residu Menjadi Karya Seni
Salah satu peserta yang mencuri perhatian pengunjung adalah Wajah Plastik, sebuah gerakan seni yang mengolah limbah plastik residu menjadi karya bernilai estetika. Inisiatif yang digagas Made Oplas ini berangkat dari persoalan sampah yang kerap ditolak bank sampah konvensional.
Wayan Lilita Candra, perwakilan tim Wajah Plastik, mengatakan keikutsertaan dalam festival tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan karya sekaligus menyampaikan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat.
"Ajang ini sangat berdampak positif karena menjadi wadah wirausaha sekaligus sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat Singaraja," ujar Wayan di lokasi festival, Sabtu (22/8).
Wayan yang berstatus mahasiswa PPG ini mengaku memperoleh pengalaman langsung mengenai proses pengolahan limbah. Lewat pameran karya selama Bulfest, pesan tentang pentingnya mengelola sampah dinilai lebih mudah menjangkau pengunjung dari berbagai kalangan.
Risoles RichSolo dan Peluang Konsumen Baru
Geliat ekonomi juga terasa di sektor kuliner. Laras Fande, pemilik usaha RichSolo yang sehari-hari berjualan di kawasan Banyuasri, memanfaatkan ajang ini untuk memperkenalkan produk risolesnya ke pasar yang lebih luas.
Baginya, tampil di Bulfest 2026 menjadi pengalaman perdana yang membuka peluang menjangkau konsumen baru. Ruang pameran yang tersedia membuat pelaku usaha kecil bisa berinteraksi langsung dengan calon pembeli.
"Sebagai kaum UMKM, saya sangat terbantu dengan adanya event ini. Terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah menyelenggarakan event ini," tutur Laras.
Mengapa Festival Daerah Penting bagi Ekonomi Warga?
Kehadiran beragam produk dan karya kreatif dalam satu lokasi menunjukkan festival daerah mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Bulfest tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membangun jejaring usaha dan menyampaikan gagasan melalui karya.
Perpaduan seni, budaya, edukasi lingkungan, dan ekonomi kreatif dalam Bulfest 2026 menjadi bukti bahwa kegiatan kebudayaan bisa memberikan dampak lebih luas. Para pelaku UMKM berharap ruang promosi serupa terus dikembangkan pada penyelenggaraan mendatang agar kesempatan bagi usaha lokal dan generasi muda Buleleng semakin terbuka lebar.