Pencarian

Dekranasda Buleleng Luncurkan Endek Tunjung Ungu di Buleleng Festival 2026, Ini Motif yang Diangkat

Kamis, 20 Agustus 2026 • 22:12:31 WIB
Dekranasda Buleleng Luncurkan Endek Tunjung Ungu di Buleleng Festival 2026, Ini Motif yang Diangkat
Peluncuran Endek Tunjung Ungu ditandai dengan pemintalan benang oleh Ny. Wardhany Sutjidra didampingi Ketua Gatriwara dan Ketua DWP di Buleleng Festival 2026.

BULELENG — Bunga teratai ungu yang selama ini dikenal sebagai tanaman air khas Bali kini diabadikan menjadi motif anyaman benang tenun. Peluncuran Endek Tunjung Ungu menandai babak baru dalam upaya pelestarian wastra lokal yang dikemas dengan sentuhan desain kontemporer.

Prosesi peluncuran berlangsung simbolis. Ny. Wardhany Sutjidra didampingi Ketua Gatriwara Ny. Luh Parmiti Arya dan Ketua DWP Ny. Dewi Suyasa memulai acara dengan pemintalan benang. Momen dilanjutkan dengan pengalungan syal endek tunjung ungu kepada Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, dan Sekda Buleleng Gede Suyasa.

Motif Baru untuk Koleksi Wastra Buleleng

Endek tunjung ungu merupakan hasil kolaborasi Dekranasda dengan para perajin dan desainer Buleleng. Keindahan bunga teratai ungu dituangkan ke dalam motif tenun endek yang tampil lebih modern, elegan, dan penuh karakter.

Ratusan masyarakat yang hadir di Panggung Utama Buleleng Festival disuguhkan berbagai rancangan busana karya kreatif desainer lokal. Kain tenun khas Buleleng ini diharapkan mampu bersaing di pasar fashion nasional maupun internasional.

Komitmen Melestarikan dan Mengembangkan Wastra Lokal

Ny. Wardhany Sutjidra menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Dekranasda untuk terus mendorong pelestarian dan pengembangan wastra lokal, khususnya tenun endek motif tunjung ungu.

"Khususnya tenun endek motif tunjung ungu agar semakin dikenal, dicintai, dan mampu berkembang mengikuti tren fashion masa kini," ungkapnya di hadapan tamu undangan dan masyarakat.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam karya-karya busana yang ditampilkan. Motif baru ini menambah lagi koleksi kain tenun khas Buleleng yang sebelumnya telah memiliki beragam varian.

"Semoga kolaborasi ini dapat semakin memperkuat ekosistem industri kreatif di Kabupaten Buleleng," katanya.

Ajakan Bangga Menggunakan Produk Lokal

Di akhir sambutannya, Ny. Wardhany Sutjidra mengajak seluruh masyarakat untuk terus bangga menggunakan produk dan wastra lokal Buleleng. Menurutnya, mencintai karya lokal berarti turut menjaga warisan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para perajin dan pelaku usaha.

Melalui panggung Buleleng Festival 2026, kain tenun khas Buleleng dibawa semakin dekat dengan masyarakat, generasi muda, wisatawan, dan tentunya kepada dunia fashion. Ajang tahunan ini menjadi etalase strategis untuk mempromosikan kekayaan budaya Kabupaten Buleleng ke khalayak yang lebih luas.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kanalbali.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks