Pencarian

Tanah Lot Art & Food Festival ke-7 Digelar 28-30 Agustus 2026, 15 Banjar Adat Beraban Meriahkan Parade Gebogan

Selasa, 25 Agustus 2026 • 15:25:01 WIB
Tanah Lot Art & Food Festival ke-7 Digelar 28-30 Agustus 2026, 15 Banjar Adat Beraban Meriahkan Parade Gebogan
Parade Gebogan oleh 15 banjar adat Desa Adat Beraban memeriahkan pembukaan Tanah Lot Art & Food Festival ke-7 di Tabanan.

TABANAN — Tanah Lot kembali menjadi panggung perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner lewat Tanah Lot Art & Food Festival yang memasuki edisi ketujuh. Gelaran selama tiga hari ini mengusung semangat mempertemukan kekuatan tradisi dengan dinamika pariwisata, sekaligus memperkuat posisi budaya lokal di tengah atraksi wisata.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang melibatkan desa-desa se-Kecamatan Kediri, Parade Gebogan tahun ini secara khusus melibatkan masyarakat Desa Adat Beraban. Jro Bendesa Adat Beraban, I Ketut Sujana, mengatakan 15 banjar adat akan terlibat dalam parade yang berlangsung setiap hari tersebut.

Keseragaman Gebogan dan Iringan Gamelan Beleganjur

Setiap harinya, lima banjar bergantian menampilkan parade dengan melibatkan masing-masing 20 peserta pilihan dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Beraban. Para peserta mengenakan busana seragam dan membawa gebogan dengan bentuk yang telah ditentukan.

Gebogan disusun bertingkat tiga dengan ukuran tinggi yang sama. Buah dan jajan yang menghiasinya menggunakan nuansa tridatu, yakni merah, putih, dan hitam. "Bentuk gebogan itu sama, termasuk sampiannya juga sama," ucap Jro Bendesa Sujana di sela konferensi pers di Natya Hotel Tanah Lot, Senin (24/8).

Barisan perempuan pembawa gebogan berjalan diiringi gamelan beleganjur. Gerak langkah, bunyi gamelan, serta susunan gebogan menciptakan pertunjukan yang memperlihatkan bagaimana tradisi Bali tetap hidup melalui keterlibatan masyarakat.

Panggung Hiburan Dua Segmen hingga Ikon Kuliner

Ketua Panitia Tanah Lot Festival ke-7, Manik Tenaya, mengatakan konsep tahun ini tetap berpijak pada seni budaya dan kuliner khas Tabanan, meski terdapat sejumlah perubahan dalam desain dan rangkaian acaranya. Semangat I Love Local menjadi dasar penyusunan program pertunjukan, memberi ruang bagi seniman lokal Bali untuk memperkenalkan karya mereka kepada wisatawan.

Pertunjukan dibagi menjadi dua segmen. Sunset in Paradise berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 18.30 WITA dan menyasar wisatawan yang datang menikmati panorama matahari terbenam. Setelah itu, mulai pukul 18.30 hingga 22.00 WITA, panggung beralih pada pertunjukan musik dan bebonderesan yang lebih ditujukan bagi masyarakat umum.

Kuliner menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan kembali cita rasa lokal Tabanan. Program Ikon Kuliner menggantikan konsep Klinik Kuliner pada pelaksanaan sebelumnya. Wisatawan tidak hanya dapat mencicipi makanan tradisional yang mulai jarang ditemui, tetapi juga menyaksikan proses pembuatannya melalui sesi tutorial. Hasil masakan kemudian dibagikan secara gratis.

Daftar Kuliner Langka yang Dapat Dicicipi Pengunjung

Beragam kuliner otentik yang dapat ditemukan antara lain Jukut Gonda, Lindung Metunu Sambal Bejek, Kakul Suna Cekuh, Pesan Testes, Kuah Kakul, Rujak Bir, Jaje Uli Tape, Rujak Tibah (mengkudu), dan Loloh Cem Cem.

Setelah sajian kuliner dan berbagai pertunjukan berlangsung sejak siang, kemeriahan berlanjut hingga malam melalui Evening Market di sekitar Panggung Utama. Area ini menghadirkan beragam pilihan, mulai dari kuliner urban, produk fashion, stan sponsor, hingga area bermain anak.

"Konsep tersebut merupakan pengembangan dari uji coba pada festival tahun sebelumnya yang mendapat respons positif dan mampu mendatangkan banyak pengunjung, terutama pada hari terakhir," ucap Manik Tenaya.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tatkala.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks