TABANAN — Sebanyak 900 pelaku UMKM di Kabupaten Tabanan disebut siap menggerakkan roda ekonomi daerah melalui gelaran Peken Jasindo 2026. Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menegaskan bahwa keberadaan pelaku usaha kecil tidak boleh sekadar menjadi penonton dalam pembangunan.
Kegiatan yang berlangsung di Taman Bung Karno – Garuda Wisnu Singasana ini tidak hanya menawarkan bazar produk lokal, tetapi juga menghadirkan talkshow, workshop, hingga layanan publik. Tema yang diusung, "Peken Jasindo Nangun Sat Kerthi Loka Bali", dimaksudkan untuk menyatukan sektor ekonomi dengan pelestarian lingkungan dan kebudayaan.
Bantuan TJSL untuk Difabel dan Desa Wisata
Dalam kesempatan tersebut, Jasindo menyalurkan Bantuan 6 Pilar Program TJSL yang menyasar berbagai kelompok. Bantuan tersebut mencakup pemberdayaan sumber daya manusia, sarana literasi, beasiswa, serta tongkat tuna netra bagi penyandang difabel.
Selain itu, perusahaan pelat merah itu juga memberikan promosi untuk Desa Wisata Nyambu, perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi pelaku UMKM senilai Rp 800 juta, dan 40 unit tenda bazar. Bupati Sanjaya menyebut bantuan ini sebagai wujud nyata kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada transaksi ekonomi.
Mengapa Tabanan Dipilih Sebagai Tuan Rumah?
Bupati Sanjaya mengungkapkan alasannya mengapa Tabanan menjadi lokasi penyelenggaraan. Menurut dia, karakter daerah yang agraris menjadi modal utama karena seluruh bahan baku untuk berbagai jenis usaha tersedia di wilayah tersebut.
"Jadi di Bali, Tabanan yang dipilih. Karena Kabupaten Tabanan merupakan tumbuh kembangnya UMKM, ada 900 UMKM hampir 1000, tepat sekali karena Tabanan merupakan daerah agraris, bahan baku untuk semua sumber UMKM ada di Tabanan," ungkapnya saat membuka acara.
Ekonomi Harus Menghadirkan Manfaat, Bukan Sekadar Angka
Sanjaya menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa hanya diukur dari angka statistik. Menurutnya, kegiatan ekonomi harus mampu menyentuh aspek pendidikan, digitalisasi, pelayanan publik, hingga keselamatan dan kesehatan masyarakat.
"Ekonomi tidak boleh hanya mengejar angka saja, ekonomi harus menghadirkan manfaat. Untuk itulah saya sangat apresiasi gagasan Peken Jasindo yang memberikan ruang promosi dan transaksi bagi UMKM melalui booth, voucher, talkshow, workshop serta berbagai aktivitas kebudayaan," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Samuel, menegaskan bahwa penyelenggaraan acara ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Keberadaan korporasi, kata dia, tidak hanya diarahkan untuk mengejar profitabilitas semata.