DENPASAR — Fenomena angin berkecepatan tinggi yang belakangan melanda sejumlah wilayah di Bali memaksa pengendara sepeda motor untuk ekstra waspada. PT Astra Motor Bali selaku main dealer Honda di provinsi itu mengingatkan bahwa kondisi ini berisiko mengganggu keseimbangan kendaraan roda dua, terutama di area terbuka.
Safety Riding Instructor Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, menyampaikan bahwa cuaca ekstrem menuntut teknik berkendara yang lebih hati-hati. Slogan keselamatan #Cari_Aman kembali digaungkan sebagai pengingat agar pengguna jalan tidak memaksakan diri bila kondisi sudah tidak memungkinkan.
Teknik Berkendara Saat Terpaan Angin Kencang
Yosepth menjelaskan, prioritas utama pengendara adalah menjaga stabilitas motor. Kecepatan harus diturunkan dan jarak aman dengan kendaraan lain diperlebar untuk mengantisipasi manuver mendadak.
“Jangan memaksakan diri apabila kondisi cuaca sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman,” ujar Yosepth dalam keterangannya, Selasa (25/8).
Selain itu, pengendara diminta siaga terhadap potensi bahaya di sekitar. Ranting pohon, dahan rapuh, hingga benda asing yang beterbangan di jalan menjadi ancaman yang kerap muncul saat angin kencang.
Waspadai Efek Hembusan dari Truk dan Bus
Perhatian khusus juga ditujukan saat berpapasan atau membuntuti kendaraan berdimensi besar seperti truk dan bus. Perubahan tekanan udara di sekitar kendaraan besar mampu menghempas keseimbangan sepeda motor secara tiba-tiba, sehingga pengendara wajib menjaga jarak ekstra.
Kesiapan fisik dan kendaraan juga menjadi faktor penentu. Pengendara dipastikan dalam kondisi bugar, sementara performa motor harus prima sebelum memulai perjalanan. Perlengkapan berkendara standar—helm SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu—wajib dikenakan.
Lokasi Berlindung yang Justru Berbahaya
Apabila intensitas angin dinilai semakin membahayakan, Yosepth menyarankan pengendara segera mencari tempat berhenti yang aman. Ia secara khusus memperingatkan agar masyarakat tidak berteduh di lokasi yang rawan roboh.
“Apabila angin semakin kencang atau kondisi jalan dinilai tidak aman, pengendara sebaiknya mencari tempat berhenti yang aman dan tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang berpotensi membahayakan,” tegasnya.
Melalui edukasi berkelanjutan ini, Astra Motor Bali berharap kesadaran berlalu lintas masyarakat meningkat. Setiap perjalanan di jalan raya diharapkan dapat berlangsung aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.