Pencarian

BYD Shark 6 di Australia Bisa Diretas, BYD Kirim Update OTA

Selasa, 06 Oktober 2026 • 13:47:31 WIB
BYD Shark 6 di Australia Bisa Diretas, BYD Kirim Update OTA
BYD akan mengirim pembaruan keamanan OTA untuk pikap Shark 6 di Australia setelah sistem infotainment berbasis Android-nya berhasil ditembus peretas.

BALI — BYD akan mengirim pembaruan keamanan jarak jauh untuk pikap Shark 6 di Australia setelah sistem infotainment berbasis Android-nya berhasil ditembus peretas. Peretasan yang ditayangkan program Four Corners ABC itu memungkinkan peretas mematikan lampu depan dan mengaktifkan wiper dari jarak jauh. Pembaruan over-the-air (OTA) diklaim mencegah pihak dengan akses fisik memasukkan perangkat lunak sendiri ke sistem mobil.

Perusahaan keamanan siber Fortify Labs yang terlibat dalam laporan ABC berjudul "Asleep at the Wheel" menyatakan mereka diminta "menyimulasikan akses jarak jauh yang dimiliki produsen mobil terhadap kendaraan terhubung serta menunjukkan bagaimana akses tersebut dapat disalahgunakan". Fortify Labs menerbitkan tulisan di blognya yang memuat konteks mengenai hal-hal yang tidak ditampilkan dalam episode Four Corners, termasuk kekhawatiran serius terkait cara mobil tersebut diretas.

Peretas Butuh Akses Fisik ke Kabel Shark 6

Fortify Labs menjelaskan proses mematikan lampu mobil jauh lebih rumit dibandingkan sekadar menekan sebuah tombol. Tim mereka harus memotong kabel pada Shark 6 dan menyambungkan komputer sendiri, yakni perangkat kecil Raspberry Pi, untuk mengganggu sistem BYD.

"Beginilah cara lampu dimatikan dan wiper kaca depan diaktifkan. Semua ini dilakukan secara in-line, dengan Raspberry Pi yang menyimulasikan ECU yang telah disusupi dan mengirimkan pesan melalui CAN bus," tulis Fortify Labs.

Meski komputer tambahan telah disambungkan ke kabel Shark 6 dan perangkat lunak eksternal dimasukkan ke dalam sistemnya, fungsi-fungsi penting seperti rem dan kamera kendaraan tidak dapat diakses.

Klaim Jurnalis ABC soal Kemudahan Peretasan

Dalam artikel yang dipublikasikan di situs ABC, jurnalis Angus Grigg menggambarkan bagaimana mereka meminta seorang ahli keamanan siber untuk meretas mobil BYD tersebut.

"Ternyata terlalu mudah. Saat saya berada di balik kemudi, bukan hanya saya yang mengendalikan mobil; seorang peretas juga memiliki akses ke mobil tersebut," tulis Grigg dikutip dari news, Selasa (6/10).

"Dengan satu sentuhan tombol, dia mematikan lampu depan, membuat saya berada dalam kegelapan."

Respons BYD dan Rencana Pembaruan OTA

BYD mengonfirmasi bahwa kendali yang ditunjukkan terhadap lampu depan dan wiper kaca depan membutuhkan akses fisik secara langsung. Perusahaan asal China itu berkomitmen meningkatkan perlindungan keamanan siber melalui analisis kerentanan, pengujian keamanan, penilaian risiko, serta pembaruan perangkat lunak secara berkelanjutan.

Pembaruan OTA untuk sistem infotainment berbasis Android pada Shark 6 disebut akan mencegah orang yang memiliki akses fisik ke mobil memasukkan perangkat lunak mereka sendiri ke dalam sistem. Langkah ini menyusul laporan mengenai keamanan siber yang ditayangkan program Four Corners milik ABC.

Peringatan untuk Seluruh Produsen Kendaraan

Meski laporan ABC terfokus pada mobil listrik asal China, perusahaan teknologi yang digunakan untuk mendemonstrasikan celah pada kendaraan modern tersebut menyatakan bahwa persoalan ini berlaku untuk seluruh produsen kendaraan.

Fortify Labs mengatakan pekerjaan mereka bersama ABC pada dasarnya merupakan demonstrasi hipotetis mengenai apa yang mungkin terjadi seiring kendaraan semakin canggih dan terkoneksi.

"Bayangkan jika sebuah kelompok kriminal mendapatkan akses ke sistem back-end milik produsen kendaraan. Dampaknya bisa menjadi bencana, dan ini merupakan salah satu dari banyak alasan mengapa keamanan siber kendaraan harus mendapat prioritas jauh lebih tinggi dibandingkan keamanan mesin cuci pintar dan ketel listrik kita," kata Fortify Labs.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks