Pencarian

Perajin Batu Alam asal Bangli Kembangkan Usaha Mandiri Sejak 2012, Kini Pakai KUR BRI Rp150 Juta

Selasa, 06 Oktober 2026 • 08:46:01 WIB
Perajin Batu Alam asal Bangli Kembangkan Usaha Mandiri Sejak 2012, Kini Pakai KUR BRI Rp150 Juta
Perajin batu alam Mudiarsa mengembangkan usaha mandiri di Bangli sejak 2012.

BANGLI — Mudiarsa menekuni pekerjaan batu alam sejak 1995 dengan status pekerja ikut orang. Pengalaman bertahun-tahun membuatnya memahami proses pengolahan batu alam sekaligus karakter material yang dipakai untuk kebutuhan bangunan. Pemahaman itulah yang mendorongnya membangun usaha sendiri pada akhir 2012.

"Dari tahun 1995 memang kerja batu alam. Dulu ikut orang," ujar Mudiarsa.

Dari Tukang Ikut Orang ke Usaha dengan 10 Pekerja

Usaha yang dirintis Mudiarsa kini mempekerjakan sekitar 10 orang. Sebagian pekerja berasal dari lingkungan sekitar Banjar Dukuh, sehingga usaha tersebut turut membuka kesempatan kerja bagi warga setempat.

Produk yang dihasilkan mencakup berbagai kebutuhan batu alam untuk bangunan, mulai dari elemen rumah hingga pagar. Nilai jual menyesuaikan jenis, ukuran, dan kualitas batu yang digunakan.

Harga Produk Mulai Rp5,5 Juta per Unit

Harga produk batu alam yang dihasilkan mulai sekitar Rp5,5 juta per unit. Produk dengan ukuran dan kualitas tertentu bisa menembus puluhan juta rupiah, sementara pagar batu alam dibanderol sekitar Rp3,5 juta per meter.

Menurut Mudiarsa, batu alam masih punya pasar tersendiri. Permintaan datang dari kebutuhan rumah tinggal, bangunan berkonsep tertentu, hingga sektor akomodasi pariwisata.

KUR BRI Rp150 Juta untuk Tambahan Modal

Untuk menjaga sekaligus mengembangkan usahanya, Mudiarsa memanfaatkan KUR BRI. Pembiayaan itu menjadi tambahan modal untuk mendukung kebutuhan usaha yang terus berkembang.

"Kalau sekarang dapat KUR sekitar Rp150 juta," katanya.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menyebut akses permodalan sebagai salah satu faktor penting bagi pelaku UMKM untuk berkembang secara berkelanjutan. BRI berkomitmen mendukung pelaku usaha melalui penyaluran KUR yang bisa dipakai memperkuat kapasitas usaha, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

"Kami melihat banyak pelaku UMKM di Bali yang memiliki potensi untuk terus berkembang, namun membutuhkan dukungan permodalan agar dapat meningkatkan skala usahanya. Melalui KUR, BRI berupaya memberikan akses pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya, sehingga tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian dan masyarakat di sekitarnya," ujar Hery.

Dorong Pekerja Kembangkan Usaha Ternak di Rumah

Dukungan permodalan memberi Mudiarsa ruang mengembangkan usaha tanpa harus mengandalkan perputaran modal dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya. Modal yang memadai membuatnya lebih leluasa memenuhi kebutuhan operasional sekaligus menangkap peluang usaha.

Mudiarsa juga berupaya menjaga keberlangsungan pekerjaan para tukang yang bekerja bersamanya. Ia memilih mempertahankan jumlah tenaga kerja sesuai kapasitas usaha agar pengelolaan bisnis tetap sehat.

Di luar pekerjaan batu alam, Mudiarsa mendorong para pekerjanya mengembangkan usaha produktif di rumah, termasuk peternakan. Tambahan usaha itu dinilai dapat membantu pekerja meningkatkan sumber pendapatan keluarga.

Perjalanan Mudiarsa menggambarkan bagaimana pelaku usaha mikro dan kecil bisa bertumbuh secara bertahap dengan memanfaatkan pengalaman, keterampilan, tenaga kerja lokal, serta akses permodalan. Melalui KUR BRI, kebutuhan modal usaha dapat disesuaikan dengan rencana pengembangan bisnis, sehingga pelaku usaha seperti Mudiarsa punya ruang untuk terus bertumbuh dan memperluas manfaat usahanya bagi lingkungan sekitar.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dutabalinews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks