Pencarian

Museum Kesaktian Pancasila Tampil Baru Usai Revitalisasi, Pengunjung Merinding

Selasa, 06 Oktober 2026 • 11:18:01 WIB
Museum Kesaktian Pancasila Tampil Baru Usai Revitalisasi, Pengunjung Merinding
Pengunjung mengamati koleksi di ruang pamer Museum Kesaktian Pancasila, Depok, Jumat (2/10/2026).

BALI — Museum Kesaktian Pancasila di Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, kini hadir dengan wajah baru setelah direvitalisasi dan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026). Sejumlah pengunjung yang datang mengaku merasakan suasana berbeda, terutama pada tata ruang pamer, pencahayaan, dan pendingin udara yang membuat kunjungan lebih nyaman. Museum ini menjadi alternatif wisata sejarah bagi keluarga yang ingin mengenalkan peristiwa Gerakan 30 September 1965 kepada anak-anak.

Antusiasme pengunjung terlihat sejak museum dibuka kembali. Anak-anak seusia sekolah dasar, remaja, orang dewasa, hingga lansia datang dengan latar belakang berbeda. Ada yang sengaja mengenalkan sejarah kepada anak, ada yang kembali setelah puluhan tahun, dan tak sedikit yang mampir secara dadakan.

Wajah Baru Museum Kesaktian Pancasila

Revitalisasi mengubah sejumlah aspek ruang pamer. Penataan koleksi kini lebih rapi, pencahayaan ditata ulang, dan pendingin udara dipasang di ruang-ruang utama. Perubahan itu menjadi bagian yang paling jelas terasa bagi pengunjung yang pernah datang sebelumnya.

Sunaryo, pria 57 tahun asal Nabire, Papua, mengaku merinding saat menyusuri ruang koleksi. Ia datang bersama istrinya dan menyempatkan diri mendatangi tempat bersejarah setiap kali berada di Pulau Jawa.

"Fasilitasnya mantap sekali, bagus, bahkan saya merasa merinding, macam kayak nyata gitu, kayak nyata di masa-masa itu. Dengan adanya ini betul-betul negara ini mengingatkan kita kepada masa yang mungkin tidak bisa terlupakan," kata Sunaryo saat dijumpai detikTravel, Jumat (2/10/2026).

Alasan Pengunjung Datang

Motif kunjungan beragam. Sunaryo berharap generasi muda tak hanya tahu cerita dari buku pelajaran, tetapi bisa melihat langsung situs bersejarah yang berkaitan dengan peristiwa 1965. Baginya, pengalaman melihat langsung memberi kesan berbeda dibanding membaca teks.

Memey, perempuan 45 tahun, datang bersama anaknya untuk mengenalkan sejarah. Kunjungan ini merupakan yang ketiga kalinya. Ia langsung menyadari perubahan pada ruangan, termasuk suasana yang lebih adem dan penataan yang lebih rapi.

"Yang sekarang sih udah pasti bagus ya, lebih bagus, adem, ber-AC. Udah gitu rapih, ada kaca-kaca," ujar Memey ketika membandingkan kondisi museum dengan sebelum direvitalisasi.

Lain lagi dengan Omen, pria 31 tahun dari kawasan Pasar Rumput. Ia terakhir kali datang saat masih duduk di bangku SD dan akhirnya mampir lagi secara dadakan karena diajak istrinya.

"Lebih bernuansa, ngena, dan membuat kita bisa ngerasain kejadian dulunya," kata Omen.

Omen menyebut suasana ruang museum yang adem membuat kunjungan terasa lebih nyaman. Bukan hanya koleksi sejarahnya yang menarik perhatian, tetapi juga kenyamanan ruang pamer secara keseluruhan.

Daya Tarik untuk Wisata Sejarah Keluarga

Museum Kesaktian Pancasila tidak hanya didatangi mereka yang sejak awal mencari wisata sejarah. Keluarga yang ingin mengenalkan sejarah kepada anak dan traveler yang sekadar ingin mampir juga menjadi bagian dari pengunjung.

Perubahan tata letak ruang pamer, pencahayaan, dan teknologi menjadi bagian yang paling jelas terasa bagi mereka yang sudah pernah datang sebelumnya. Pengalaman tiap pengunjung memang bisa berbeda, tetapi suasana baru museum menjadi daya tarik tersendiri.

Tips Berkunjung

Bagi traveler yang berencana datang, museum ini cocok dikunjungi bersama keluarga, terutama anak usia sekolah yang sedang belajar sejarah. Alokasikan waktu sekitar satu hingga dua jam untuk menyusuri seluruh ruang pamer.

Informasi terkini soal jam operasional, tiket masuk, dan ketentuan kunjungan dapat dikonfirmasi langsung ke pengelola museum atau dinas pariwisata setempat. Pastikan juga memeriksa jadwal kunjungan sebelum berangkat, terutama pada hari libur nasional yang biasanya lebih ramai.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks