BALI — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/10/2026) setelah rebound 1,36% ke level 6.118 pada sesi sebelumnya. BRI Danareksa Sekuritas menilai indeks komposit masih membuka ruang technical rebound selama bertahan di atas area psikologis 6.000, dengan resistance 6.140 sebagai gerbang menuju 6.240.
Kepala Departemen Riset BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Chory Agung Ramdhani menyatakan pergerakan IHSG mulai menunjukkan konfirmasi penguatan setelah mampu bertahan di area psikologis 6.000. Meski demikian, lanjutnya, momentum kenaikan belum sepenuhnya tervalidasi karena indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada dalam kondisi bearish.
Level Kunci yang Wajib Dijaga Pelaku Pasar
Dalam riset BRIDS Sapa Mentari, Chory memetakan sejumlah level teknis yang menjadi acuan pergerakan indeks dalam beberapa sesi ke depan. Selama IHSG bertahan di atas 6.017, peluang technical rebound masih terbuka lebar. Namun untuk mengonfirmasi tren naik yang lebih solid, indeks perlu menembus resistance 6.140 terlebih dahulu.
- Support: 6.017 hingga 5.851
- Resistance pertama: 6.140
- Target lanjutan: 6.240 jika resistance 6.140 ditembus
- Level psikologis: 6.000
"IHSG perlu menembus resistance 6.140 untuk membuka ruang menuju 6.240. Sementara support berada di 6.017-5.851," kata Chory dalam riset tersebut.
Rebound 1,36% Jadi Sinyal Awal Pemulihan
Penguatan 1,36% yang membawa IHSG ke level 6.118 pada perdagangan sebelumnya menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda. Level tersebut menempatkan indeks komposit kembali di atas ambang psikologis 6.000 yang sempat menjadi titik kritis dalam beberapa sesi terakhir.
Bagi investor jangka pendek, area 6.017 menjadi garis pertahanan yang perlu dicermati. Penurunan di bawah level itu berpotensi membuka pelemahan lebih dalam menuju 5.851. Sebaliknya, penembusan 6.140 dapat menjadi pemicu aksi beli lanjutan dengan target 6.240.
MACD Bearish, Sinyal Penguatan Belum Final
Indikator MACD yang masih bearish menjadi catatan penting. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya hilang, sehingga rebound yang terjadi masih bersifat teknikal dan rentan berbalik arah jika sentimen pasar memburuk.
Pelaku pasar disarankan mencermati volume transaksi dan pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar sebagai konfirmasi tambahan. Penguatan yang disertai volume tinggi biasanya lebih berkelanjutan dibandingkan kenaikan tipis dengan likuiditas sepi.
Strategi Menghadapi Sesi Perdagangan
Dengan posisi indeks yang berada di antara support 6.017 dan resistance 6.140, pergerakan IHSG dalam sesi mendatang berpotensi bergerak terbatas. Investor dapat memanfaatkan area support sebagai titik akumulasi bertahap, sambil menunggu konfirmasi penembusan resistance sebelum menambah eksposur secara agresif.
Rekomendasi BRIDS ini bersifat teknikal dan bergantung pada pergerakan harga aktual. Faktor eksternal seperti arus dana asing, pergerakan bursa regional, serta sentimen kebijakan moneter tetap menjadi variabel yang dapat mengubah arah indeks di luar proyeksi level teknis tersebut.