DENPASAR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bali memprakirakan cuaca di wilayah Pulau Bali pada Minggu (23/8) didominasi cerah berawan. Namun, potensi angin kencang perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, dengan kecepatan angin diperkirakan mencapai 7-37 kilometer per jam dari arah timur-tenggara.
Dalam peringatan dini hujan tiga harian yang diunggah di Instagram BMKG Bali, tidak ada kabupaten/kota yang masuk kategori waspada hingga awas untuk hujan sedang hingga ekstrem pada periode Minggu (23/8) pukul 08.00 WITA hingga Senin (24/8) pukul 08.00 WITA.
Tiga Kabupaten Berstatus Peringatan Dini Angin Kencang
Kendati potensi hujan ekstrem tidak ada, BMKG Bali tetap mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk tiga kabupaten. Wilayah yang terdampak adalah Kabupaten Bangli, Karangasem, dan Buleleng.
Masyarakat di tiga kabupaten tersebut diimbau untuk berhati-hati terhadap potensi dampak angin kencang, seperti pohon tumbang atau kerusakan bangunan yang sifatnya sementara.
Gelombang Laut Capai 3,5 Meter di Perairan Selatan Bali
Untuk kondisi laut, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Utara Bali berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Sementara itu, potensi gelombang yang jauh lebih tinggi, mencapai 3,5 meter, diprakirakan terjadi di Perairan Selatan Pulau Bali.
Tinggi gelombang tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk kapal ferry, risiko meningkat jika kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter. Adapun bagi nelayan, aktivitas melaut perlu diwaspadai apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Suhu Udara dan Prakiraan Matahari Terbit di Bali
Suhu udara di Bali pada hari ini diprakirakan berada pada kisaran 19 hingga 32 derajat celcius dengan tingkat kelembapan berkisar antara 60 hingga 90 persen.
BMKG juga merilis data pendukung lainnya. Matahari terbit diprakirakan terjadi pukul 06.26 WITA dan terbenam pukul 18.18 WITA. Sementara itu, bulan terbit pada pukul 14.16 WITA dan terbenam pukul 02.27 WITA.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi guna mengantisipasi potensi perubahan kondisi cuaca secara tiba-tiba. (*)