Pencarian

BEI Gelar RUPSLB, Bahas Demutualisasi hingga Peluang Dividen

Rabu, 28 Oktober 2026 • 08:48:31 WIB
BEI Gelar RUPSLB, Bahas Demutualisasi hingga Peluang Dividen
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan keterangan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta.

BALI — Bursa Efek Indonesia menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Rabu (28/10) pukul 10.00 WIB di Main Hall Gedung BEI, Jakarta, dengan empat agenda yang berpusat pada demutualisasi bursa. Rapat ini menjadi langkah formal pertama BEI menyesuaikan anggaran dasar setelah terbitnya POJK Nomor 13 Tahun 2026. Keputusan pemegang saham di forum ini akan menentukan arah kepemilikan saham bursa, termasuk peluang masuknya Danantara sebagai investor baru.

Paragraf pembuka: Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan draft perubahan anggaran dasar sudah disiapkan dan akan dimintakan persetujuan dalam rapat tersebut. Perubahan ini diperlukan agar struktur kepemilikan saham bursa sejalan dengan aturan baru yang membuka ruang demutualisasi. Sebelumnya, Danantara Indonesia telah menyatakan minat membeli saham BEI usai demutualisasi, meski belum menyebutkan besaran porsi yang akan diambil.

Empat Agenda yang Dibahas

RUPSLB kali ini memuat empat mata acara. Agenda pertama adalah persetujuan perubahan anggaran dasar perseroan dalam rangka demutualisasi bursa efek. Agenda kedua membahas penggunaan saldo laba ditahan berdasarkan laporan keuangan auditan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026.

Selanjutnya, pemegang saham akan menyetujui rencana kerja dan anggaran tahunan perseroan untuk tahun buku 2027. Agenda keempat adalah pembahasan lain-lain. Keempatnya dibahas dalam satu forum yang sama pada pagi hari.

Mekanisme Demutualisasi Masih Dikaji

POJK Nomor 13 Tahun 2026 membuka peluang masuknya pemegang saham baru melalui penerbitan saham baru maupun penjualan saham dalam portepel, yakni saham yang belum diterbitkan. BEI belum memutuskan apakah akan memakai salah satu mekanisme atau kombinasi keduanya.

"Draft anggaran dasarnya sudah ada, perubahan anggaran dasarnya akan kami mintakan persetujuan dalam RUPS tersebut," ujar Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI.

BEI memiliki waktu enam bulan untuk melakukan penyesuaian aturan. Prosesnya dimulai dari kajian internal, termasuk kemungkinan perubahan jumlah direksi, nomenklatur jabatan, hingga pembagian tugas dan tanggung jawab.

Dividen Menunggu Penyesuaian Anggaran Dasar

Pembagian dividen dari saldo laba ditahan ikut dikaji, tetapi keputusannya bergantung pada kebutuhan investasi dan rencana bisnis bursa ke depan. Jeffrey menyebut BEI perlu lebih dulu menyesuaikan anggaran dasar agar pembagian dividen dimungkinkan.

Setelah itu, bursa bersama pemegang saham akan menghitung kebutuhan pendanaan, cadangan operasional, dan pengembangan bursa sesuai ketentuan POJK Nomor 13 Tahun 2026. Dari situ akan ditentukan berapa bagian laba ditahan yang bisa dibagikan.

"Sehingga berapa dari laba ditahan saat ini yang dapat kita bagikan sebagai dividen kepada pemegang saham," kata Jeffrey.

Struktur Direksi Ikut Ditata

Jika diperlukan perubahan pada jajaran direksi, prosesnya dimulai melalui dewan komisaris. Dewan komisaris kemudian menyampaikan kebutuhan tersebut kepada OJK untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

BEI mengaku telah menyiapkan langkah penyesuaian, baik dengan maupun tanpa penambahan anggota direksi. Penyesuaian mencakup struktur organisasi, tata kelola, serta pemisahan informasi, dokumen, dan alur kerja internal.

Penutup: Bagi publik pasar modal, RUPSLB ini menjadi penanda bagaimana kepemilikan saham bursa akan ditata setelah bertahun-tahun diperbincangkan. Jika demutualisasi berjalan sesuai jadwal, komposisi pemegang saham BEI bisa berubah signifikan, termasuk bila Danantara benar-benar masuk sebagai investor.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks