Pencarian

12 Rerainan Bali Sepanjang Oktober 2026, dari Tumpek Wayang hingga Hari Raya Saraswati

Rabu, 28 Oktober 2026 • 08:47:01 WIB
12 Rerainan Bali Sepanjang Oktober 2026, dari Tumpek Wayang hingga Hari Raya Saraswati
Umat Hindu Bali memperingati Tumpek Wayang sebagai hari persembahan bagi kesenian pewayangan.

DENPASAR — Penanggalan kalender Bali sepanjang Oktober 2026 memuat sejumlah rerainan yang tersebar hampir di setiap pekan. Rangkaian terpadat terjadi pada 10 Oktober dengan dua peringatan sekaligus, yakni Kajeng Keliwon Uwudan dan Tumpek Wayang.

Tumpek Wayang diperingati sebagai hari persembahan kehadapan Bhatara Iswara untuk kesenian pewayangan. Umat memohon agar kesenian itu tetap lestari, menyenangkan, dan bertuah.

Dari Tilem Kapat hingga Purnama Kelima

Sehari setelah Tumpek Wayang, tepatnya 11 Oktober 2026, umat memperingati Tilem Kapat. Pada 14 Oktober giliran Buda Wage Kulawu yang diisi pemujaan terhadap Bhatara Rambut Sedhana, dewa yang melimpahkan kemakmuran dan kesejahteraan.

Dua hari berselang, 16 Oktober 2026, kalender menandai Hari Bhatara Sri. Rerainan berikutnya adalah Anggar Kasih Dukut pada 20 Oktober.

Puncak paruh kedua bulan jatuh pada 25 Oktober 2026 dengan dua peringatan berbarengan, yaitu Kajeng Keliwon Pamelastali atau Watugunung Runtuh dan Purnama Kelima. Setelah itu, 27 Oktober diperingati sebagai Paid-Paidan.

Hari Urip hingga Pangredanaan Menuju Saraswati

Tanggal 28 Oktober 2026 ditandai sebagai Hari Urip, disusul Hari Patetegan pada 29 Oktober. Sehari kemudian, 30 Oktober, umat menjalani Hari Pangredanaan yang menjadi persiapan menyambut Hari Saraswati.

Rangkaian bulan ditutup Hari Raya Saraswati pada 31 Oktober 2026. Perayaan ini merupakan pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati, yakni peringatan turunnya ilmu pengetahuan.

Pada hari itu dilakukan upacara selamatan terhadap semua pustaka, rontal, dan kitab. Upacara digelar sebagai bentuk penghormatan dan puji syukur kehadapan beliau yang telah menurunkan ilmu pengetahuan.

Ala Ayuning Dewasa 28 Oktober: Larangan Wiwaha dan Ngaben

Bagi warga yang hendak menggelar kegiatan adat pada 28 Oktober 2026, ala ayuning dewasa hari itu memuat sejumlah pantangan. Carik Walangati menandai hari tersebut tidak baik untuk pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben, dan membangun rumah.

Kajeng Uwudan juga mencatat larangan menanam dan memetik tanaman. Kala Gumarang Munggah tidak menyarankan penanaman sirih dan tembakau, sementara Kala Mereng menghindari bercocok tanam.

Kala Sor melarang pekerjaan yang berhubungan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. Salah Wadi menandai hari kurang baik untuk Manusa Yadnya maupun Pitra Yadnya.

Di sisi lain, sejumlah dewasa memberi jalan untuk kegiatan tertentu. Catur Laba disebut baik untuk bepergian ke arah utara serta upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya, sedangkan Geni Rawana cocok untuk pekerjaan yang memakai api.

Kajeng Kipkipan dianjurkan untuk membuat dungki, keranjang kecil tempat ikan. Kala Isinan baik untuk mulai belajar serta membuat almari dan gudang, dan Pepedan mendukung pembukaan lahan pertanian baru.

Sedana Yoga dinilai baik untuk membuat alat berdagang, menyiapkan tempat usaha, dan mulai berjualan karena diyakini melancarkan rezeki. Adapun pararasan hari itu Laku Bulan, pancasuda Bumi Kepetak, ekajalaresi Tininggalin Suka, dan pratiti Bhawa.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbali.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks