BALI — Hujan deras mengguyur Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada Senin (26/10/2026) pagi, membawa kelegaan setelah kebakaran berbulan-bulan mengancam kawasan hutan dan wisata. Pemandu wisata dan relawan yang selama ini berjuang memadamkan api menyambut turunnya hujan dengan doa syukur. Kabar ini menjadi harapan baru bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke habitat orang utan tersebut.
Deny Priyatna, pemandu wisata yang juga ikut menjadi relawan pemadam kebakaran, membagikan momen hujan turun melalui akun Instagram @orangudeny. Ia mengaku tidak berada di lokasi saat hujan mengguyur karena telah kembali ke rumah sehari sebelumnya dan berencana kembali ke Tanjung Puting pada Senin.
Rencana itu disambut kabar baik dari rekan-rekannya yang masih berada di kawasan. Timnya mengabarkan hujan turun di seluruh area yang terbakar, termasuk Camp Tanjung Harapan.
"Akhirnya hujan, saya sangat senang hari ini," kata Deny dalam video tersebut.
Hujan di Area Terbakar, Api Belum Tentu Padam
Hujan mengguyur kawasan Sungai Buluh Besar dan area Camp Leakey, berdasarkan laporan Kementerian Kehutanan RI hingga Senin (26/10). Kabar ini melegakan para pemandu wisata dan relawan yang selama ini menghadapi karhutla di TNTP.
"Hujan di seluruh area yang terbakar, itu sangat bagus," ujar Deny.
Meski begitu, hujan belum otomatis memastikan seluruh titik api telah padam. Sebelumnya, hingga Minggu (25/10), api masih berada di sekitar Camp Tanjung Harapan, salah satu titik penting penanganan kebakaran sekaligus kawasan wisata dan rehabilitasi orang utan.
Dampak bagi Rencana Liburan ke Tanjung Puting
Taman Nasional Tanjung Puting dikenal sebagai habitat bekantan dan orang utan, dengan Camp Leakey dan Tanjung Harapan sebagai titik kunjungan utama. Kebakaran yang mendekati camp sempat mengancam akses dan keselamatan wisatawan.
Bagi traveler yang sudah merencanakan kunjungan, status terkini jalur dan camp sebaiknya dikonfirmasi langsung ke pengelola TNTP atau dinas pariwisata setempat. Informasi resmi soal pembukaan area dan jadwal tur belum diumumkan dalam laporan ini.
Harapan Baru bagi Hutan dan Wisata
Deny menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan yang mengalir. Ia menyebut alam masih punya harapan untuk tumbuh kembali meski hutan terbakar luas dan banyak pohon tumbang.
"Terima kasih teman-teman atas semua doa dan supportnya, meskipun sudah begitu luas hutan terbakar dan banyak pohon yang tumbang, alam masih mempunyai harapan untuk tumbuh kembali," kata dia.
Bagi wisatawan, momen ini jadi pengingat bahwa kunjungan ke kawasan konservasi seperti Tanjung Puting sebaiknya direncanakan dengan memantau kondisi cuaca dan status kebakaran. Informasi terkini dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.