Pencarian

GIIAS 2026: Toyota Tetap Raja SPK, BYD Posisi Dua, dan Geliat Merek China yang Makin Nyata

Jumat, 28 Agustus 2026 • 17:32:01 WIB
GIIAS 2026: Toyota Tetap Raja SPK, BYD Posisi Dua, dan Geliat Merek China yang Makin Nyata
Pengunjung mengamati model kendaraan listrik pada pameran GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Bali, Selasa (12/8/2026).

BALI — Gelaran GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, yang berlangsung selama 11 hari, menyisakan satu catatan menarik: merek asal China bukan lagi sekadar penantang, melainkan pesaing serius di papan atas. Dari total 29.835 SPK yang terkumpul di 10 besar, pabrikan China unggul tipis dengan komposisi 54 persen berbanding 46 persen atas Jepang.

Angka ini penting dibaca sebagai sinyal pergeseran preferensi, bukan cuma euforia pameran. Konsumen Indonesia mulai terbuka pada teknologi elektrifikasi yang ditawarkan merek China, terutama di segmen kendaraan listrik murni dan hybrid.

Kontribusi Elektrifikasi Toyota Capai 56 Persen

Toyota tetap menjadi penguasa pameran dengan 6.175 SPK. Yang menarik, lini elektrifikasinya—mulai dari hybrid hingga listrik murni—menyumbang 56 persen dari total pesanan. Artinya, konsumen Toyota tidak lagi semata-mata membeli mesin konvensional.

Innova masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi 36 persen dari total penjualan Toyota. Model ini membuktikan bahwa daya tariknya sebagai kendaraan keluarga serbaguna belum pudar, meski kini harus berbagi pasar dengan pemain baru dari China yang menawarkan teknologi serupa di harga lebih agresif.

BYD dan Wuling: Andalan Berbeda, Strategi Sama

BYD menempati posisi kedua dengan 4.000 SPK. Model M6 DM menjadi penyumbang terbesar, sekitar 800 unit atau 20 persen dari total penjualan merek tersebut. Ini menunjukkan bahwa pasar MPV listrik masih sangat potensial, dan BYD berhasil membaca kebutuhan keluarga Indonesia.

Wuling, di posisi keempat dengan 3.290 SPK, justru mengandalkan Air ev sebagai motor penjualan. Model listrik mungil ini menyumbang 2.238 unit—68 persen dari total SPK Wuling. Angka ini mempertegas bahwa segmen city car listrik punya pangsa yang solid, terutama untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.

Honda dan Daihatsu: Dua Sisi Mata Uang

Honda menempati posisi kedelapan dengan 1.939 SPK. Meski Brio tetap menjadi penyumbang volume terbesar, perhatian publik justru tertuju pada Honda Super One yang sold out dalam hitungan jam. Pabrikan menyebut kontribusi utama penjualannya di GIIAS 2026 berasal dari lini hybrid—sebuah sinyal bahwa teknologi elektrifikasi Honda mulai diterima pasar.

Nasib berbeda dialami Daihatsu. Biasanya menjadi runner-up dalam penjualan nasional, di GIIAS 2026 hanya mencatat 591 SPK. Ini angka yang jomplang dan perlu diwaspadai. Apakah ini efek kanibalisasi dengan Toyota yang berada di grup yang sama, atau sinyal bahwa daya tarik Daihatsu mulai melemah di mata konsumen pameran?

GAC AION dan Geely: Pendatang Baru yang Serius

GAC AION mengumpulkan 2.170 SPK dengan AION V sebagai model terlaris (1.122 unit), disusul AION UT (711 unit) dan HYPTEC HT (166 unit). Geely di posisi keenam membukukan 3.033 SPK tanpa rincian per model yang dipublikasikan.

Kehadiran mereka di lima besar bukan kebetulan. Strategi harga yang kompetitif, fitur yang lengkap, dan agresivitas promosi selama pameran menjadi kombinasi yang sulit ditandingi merek Jepang di segmen harga yang sama.

Yang Perlu Diperhatikan: Layanan Purna Jual

SPK tinggi di pameran belum menjamin kepuasan jangka panjang. Pertanyaan yang belum terjawab dari merek China adalah kesiapan jaringan servis, ketersediaan suku cadang, dan nilai jual kembali. Ini faktor yang biasanya baru terasa satu hingga dua tahun setelah pembelian.

Untuk pembaca yang serius mempertimbangkan membeli mobil dari merek China, ada baiknya mengecek langsung ketersediaan bengkel resmi di kota Anda, biaya perawatan berkala, dan garansi baterai yang ditawarkan. Jangan hanya terpaku pada angka SPK yang mengesankan di atas kertas.

Tren GIIAS 2026 menunjukkan persaingan yang lebih sehat. Konsumen kini punya lebih banyak pilihan dengan teknologi setara di harga yang bervariasi. Tapi keputusan pembelian tetap harus berdasarkan kebutuhan dan riset, bukan euforia pameran semata.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks