BALI — Polsek Kelapa Gading mengamankan tiga orang dari Hotel Dariza Jaya, Kelurahan Pegangsaan Dua, menyusul laporan dugaan penyekapan yang diterima pada Kamis (4/6/2026). Korban berinisial FAP diduga ditahan oleh dua rekannya, DBA dan SA, atas perintah perusahaan tempat mereka bekerja. Penahanan itu disebut terkait dugaan penggunaan dana perusahaan senilai Rp 150 juta.
Kronologi Penemuan Korban di Dalam Kamar Hotel
Laporan masuk melalui layanan Call Center Polri 110 dari seorang perempuan berinisial A yang menyatakan pacarnya, FAP, ditahan di hotel kawasan Kelapa Gading. Petugas dari Polsek Kelapa Gading yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) langsung menuju lokasi.
Saat tiba di kamar hotel, polisi menemukan tiga pria: FAP, DBA, dan SA. FAP mengaku telah berada di hotel tersebut selama tiga hari dan selama itu ia dijaga oleh DBA dan SA. Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading, AKP Kiki Tanlim, membenarkan temuan awal tersebut.
Pengakuan Dua Pria yang Menjaga Korban
DBA dan SA tidak membantah perintah perusahaan. Mereka mengaku ditugaskan untuk menjaga FAP sambil mendalami persoalan dugaan penggunaan dana perusahaan. "Aksi ini dilakukan terkait dugaan penggunaan dana perusahaan senilai kurang lebih Rp 150 juta," kata AKP Kiki Tanlim, Kamis (4/6/2026), dikutip dari Antara.
Ketiganya kemudian dibawa ke Polsek Kelapa Gading untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Polisi masih memeriksa apakah perintah perusahaan itu memiliki dasar hukum atau justru melanggar ketentuan pidana tentang perampasan kemerdekaan.
Perusahaan Telah Melaporkan Dugaan Penggunaan Dana ke Polsek Cakung
Kiki menambahkan, dugaan penggunaan dana perusahaan itu telah dilaporkan pihak perusahaan ke Polsek Cakung, Polres Metro Jakarta Timur. Artinya, ada dua laporan berbeda yang kini tengah ditangani: satu dari perusahaan terkait dugaan kerugian, dan satu lagi dari korban dugaan penyekapan.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan fakta-fakta yang terjadi, termasuk ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa yang dilaporkan melalui layanan Call Center 110 tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan terkait.