Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster, menegaskan bahwa perubahan paradigma ini merupakan langkah fundamental. Jika sebelumnya fokus utama Posyandu pada kesehatan ibu dan anak, kini jangkauannya meluas hingga pekerjaan umum, perumahan rakyat, hingga ketenteraman dan ketertiban umum.
“Kader Posyandu tidak cukup hanya memahami pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga harus mampu menjadi edukator, motivator, sekaligus fasilitator bagi masyarakat dalam berbagai aspek pembangunan,” ujar Putri Koster dalam sambutannya.
Kader Tak Lagi Sekadar Penimbang, Tapi Penggerak Perubahan
Putri Koster menjelaskan, transformasi ini menuntut peningkatan kapasitas kader secara signifikan. Mereka kini harus mampu mengedukasi warga tentang pola hidup bersih dan sehat, menjaga kelestarian lingkungan, mendorong pendidikan anak, hingga memperkuat kepedulian sosial.
“Melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pembangunan yang berkualitas selalu berawal dari keluarga yang sehat dan lingkungan yang tertata dengan baik.
Kader Posyandu dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat keluarga dan desa. Mereka menjadi ujung tombak yang menghubungkan program pemerintah dengan kebutuhan riil warga.
Bimtek Angkatan IX: Bekal Tata Kelola dan Kebijakan Terbaru
Ketua Panitia Bimtek Posyandu, Komang Sriani, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Bali memperkuat kapasitas kader. Materi yang diberikan mencakup kebijakan terbaru, penguatan kelembagaan, tata kelola Posyandu, serta peningkatan kompetensi pelayanan komprehensif.
“Dengan bekal tersebut, para kader diharapkan mampu menjadi ujung tombak pelayanan dasar sekaligus mitra pemerintah desa dalam menyukseskan berbagai program pembangunan,” ujar Komang Sriani.
Bimtek yang digelar di Denpasar itu diikuti oleh 133 kader Posyandu dari Kabupaten Tabanan. Turut hadir Ketua TP Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, beserta jajaran pengurus dan pendamping kader.
Posyandu Jadi Pilar Pembangunan Bali yang Berkelanjutan
Putri Koster berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di masing-masing wilayah. Dengan begitu, Posyandu benar-benar menjadi pusat pelayanan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia menargetkan lembaga ini menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pembangunan Bali yang sehat, maju, harmonis, dan berkelanjutan. “Gunakan kesempatan ini untuk memperkaya wawasan dan berbagi pengalaman,” ajaknya kepada para peserta.