BALI — Pelindo Regional 1 menggelar pengajian dan doa bersama di Masjid Al Munawarah, kantor pusat mereka di Medan. Acara bertajuk "Berbagi Berkah Menjaga Keselamatan Pelabuhan" ini dihadiri jajaran manajemen, pekerja, dan anak-anak yatim dari lingkungan sekitar perusahaan.
Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Jonedi Ramli, menegaskan bahwa keselamatan pelabuhan tidak cukup hanya diwujudkan lewat budaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). "Melalui pengajian, doa bersama, dan santunan kepada anak yatim piatu ini, kami berharap seluruh aktivitas kepelabuhanan di Pelindo Regional 1 senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran, dan keberkahan," ujarnya.
Santunan Lintas Iman untuk 100 Anak
Pelindo tidak hanya menyantuni 50 anak yatim muslim dalam acara utama. Perusahaan juga memberikan santunan kepada 50 anak yatim nonmuslim di Panti Asuhan Elshadai, Jalan Rawe, Kecamatan Medan Labuhan, melalui kegiatan terpisah.
Langkah ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang inklusif. Perusahaan ingin menghadirkan manfaat bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Rangkaian Acara dari Tilawah hingga Tausiah
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh M. Nadif. Setelah itu, Ustaz Dedek Husairi, M.Pd., menyampaikan tausiah yang dilanjutkan dengan doa bersama. Doa dipanjatkan untuk keselamatan seluruh insan Pelindo, kelancaran operasional, dan keberkahan bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar.
Jonedi menambahkan bahwa keberhasilan operasional pelabuhan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia. "Doa, kepedulian, dan sinergi seluruh pihak juga menjadi pilar penting dalam mewujudkan pelabuhan yang aman, andal, dan berkelanjutan," pungkasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pelindo Regional 1 berharap dapat menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan perusahaan. Acara ini menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah urusan langit dan bumi.