Pencarian

Kredit Investasi di Bali Tumbuh 16,92 Persen, OJK Pastikan Industri Jasa Keuangan Solid Hingga Maret 2026

Kamis, 04 Juni 2026 • 19:08:01 WIB
Kredit Investasi di Bali Tumbuh 16,92 Persen, OJK Pastikan Industri Jasa Keuangan Solid Hingga Maret 2026
Kredit investasi di Bali tumbuh 16,92 persen pada Maret 2026, didorong sektor pariwisata.

DENPASAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali melaporkan kinerja intermediasi perbankan di wilayahnya tumbuh positif pada Maret 2026. Penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank tercatat naik 6,45 persen secara tahunan menjadi Rp120,66 triliun, sementara berdasarkan lokasi proyek melesat 8,19 persen menjadi Rp146,47 triliun.

Pertumbuhan ini didorong oleh sektor investasi yang mencatatkan kenaikan signifikan. Kredit investasi bertambah Rp6,08 triliun atau tumbuh 16,92 persen secara tahunan, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 16,24 persen.

Pariwisata Dorong Kebutuhan Pembiayaan

Jika ditelisik berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit masih didominasi sektor Bukan Lapangan Usaha sebesar 33,33 persen dan Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 27,15 persen. Namun, pertumbuhan nominal tertinggi justru berasal dari sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum yang bertambah Rp2,07 triliun atau tumbuh 15,35 persen secara tahunan.

Angka ini mencerminkan sektor pariwisata Bali yang terus menguat dan mendorong peningkatan kebutuhan pembiayaan bagi para pelaku usaha. Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 4,28 persen secara tahunan, namun kredit modal kerja justru terkontraksi 2,25 persen.

UMKM Mendominasi, Segmen Mikro Paling Bergairah

OJK mencatat lebih dari separuh kredit di Bali disalurkan kepada UMKM, tepatnya 51,25 persen dari total penyaluran. Segmen ini tumbuh positif 4,53 persen secara tahunan, dengan usaha mikro menjadi motor utama. Porsi kredit usaha mikro mencapai 41,73 persen dan tumbuh 9,75 persen, sementara usaha kecil yang porsinya 37,67 persen hanya tumbuh 1,01 persen.

Likuiditas Terjaga, Kredit Macet Menurun

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tetap tumbuh 7 persen secara tahunan menjadi Rp206,21 triliun, ditopang kenaikan tabungan sebesar Rp7,64 triliun. Rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) tercatat 58,51 persen, relatif stabil dibanding posisi Maret 2025.

Kualitas kredit perbankan juga menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun menjadi 2,56 persen dari sebelumnya 3,10 persen. NPL net juga menurun ke level 1,77 persen. Rasio Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan menjadi 9,12 persen dari 11,62 persen berkat penyelesaian kredit restrukturisasi dan ekspansi kredit baru.

Ketahanan BPR di Atas Ambang Batas

OJK juga memastikan ketahanan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Bali tetap kuat. Cash Ratio (CR) tercatat 14,58 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 33,84 persen, jauh di atas ambang batas yang ditetapkan. Kondisi ini menunjukkan permodalan BPR cukup kuat sebagai buffer mitigasi risiko.

OJK Provinsi Bali berkomitmen menjaga stabilitas industri jasa keuangan agar tetap resilien dan adaptif menghadapi dinamika ekonomi global maupun domestik, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Bali secara berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: baliekbis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks