MANGUPURA — Musyawarah Provinsi (Musprov) I Apklindo Bali menjadi forum perdana bagi industri jasa kebersihan di Gumi Keris. Agenda ini dihadiri jajaran pengurus Apklindo Pusat, perwakilan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Kadin Kabupaten Badung, HIPMI Kabupaten Badung, serta pengurus daerah Apklindo Bali bersama pimpinan perusahaan anggota.
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan musyawarah perdana tersebut. Ia menekankan pentingnya peran pengusaha dan tenaga kerja lokal agar tumbuh dan berdaya saing kuat di wilayahnya sendiri.
Perusahaan Bali Diminta Jadi Tuan di Rumah Sendiri
Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyoroti posisi perusahaan daerah di tengah persaingan usaha. Ia berharap perusahaan yang lahir dan beroperasi di Bali mampu memimpin di wilayahnya sendiri.
"Harapan kami, sebagai Pemerintah Kabupaten Badung, bagaimana kita semua, perusahaan yang ada di Bali, yang lahir di Bali, tentunya bisa menjadi tuan di rumah sendiri," ujarnya.
Pernyataan itu ditegaskan sebagai bentuk dukungan penuh Pemkab Badung terhadap perusahaan lokal asli daerah Bali. Prioritas diberikan khususnya kepada pelaku usaha yang berbasis di Kabupaten Badung.
Pariwisata Jadi Alasan Utama Prioritas Perusahaan Lokal
Kebijakan memprioritaskan perusahaan lokal bertumpu pada struktur ekonomi Bali dan Badung. Sektor pariwisata menjadi instrumen terbesar penyumbang pendapatan daerah di kedua wilayah tersebut.
Wabup menilai pariwisata membutuhkan kolaborasi antara pelaku usaha, pemangku jabatan, dan seluruh stakeholder. Tujuannya agar pariwisata tetap berkualitas dan berintegritas.
"Pariwisata perlu kolaborasi yang baik antara pelaku usaha, pemangku jabatan, dan seluruh stakeholder untuk menjaga agar pariwisata kita tetap berkualitas dan berintegritas," imbuh Wabup Bagus Alit Sucipta.
Jasa Kebersihan Serap Tenaga Kerja Besar
Sektor cleaning service disebut sebagai industri padat karya yang menyerap sumber daya manusia dalam jumlah sangat besar. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan Apklindo dinilai strategis untuk membuka ruang kerja luas bagi masyarakat lokal Bali.
Wabup Badung mendorong agar kepengurusan baru Apklindo Bali diisi figur berpengalaman matang. Figur tersebut juga perlu memiliki kedekatan komunikasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Ia bahkan mendukung proses pemilihan pengurus dilakukan secara aklamasi. Cara itu dinilai dapat menjaga keharmonisan internal organisasi.
"Semoga kegiatan musyawarah ini berjalan dengan baik dan mampu merumuskan program-program strategis bagi kemajuan organisasi Apklindo ke depan," pungkasnya sebelum membuka acara Musprov I Apklindo Bali.