DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster menilai kehadiran Mayjen TNI Putra Widiastawa sebagai Pangdam IX/Udayana membawa nilai tambah tersendiri. Menurut Koster, status putra daerah yang melekat pada Putra Widiastawa membuat koordinasi antara TNI dan pemerintah provinsi berjalan lebih cair.
Penyambutan berlangsung di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai. Mayjen Putra Widiastawa datang bersama Ny. Desak Putra Widiastawa yang menjabat Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IX/Udayana.
Tepung Tawar Warnai Penyambutan Pangdam Baru
Kedatangan Pangdam baru diawali penampilan Tari Sekar Jagad. Setelah itu, pemuka agama Hindu memimpin prosesi Tepung Tawar sebagai bentuk penghormatan sekaligus ucapan selamat datang.
Tradisi Tepung Tawar dimaknai sebagai ungkapan syukur dan permohonan doa. Prosesi itu diharapkan mendatangkan keselamatan, menjauhkan pejabat baru dari rintangan, serta memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa selama menjalankan tugas.
Acara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, para pejabat utama Kodam IX/Udayana, dan pengurus Persit KCK Daerah IX/Udayana.
Putra Widiastawa Gantikan Piek Budyakto yang Pindah ke Brawijaya
Mayjen TNI Putra Widiastawa resmi menjabat Pangdam IX/Udayana menggantikan Mayjen TNI Piek Budyakto. Piek mendapat penugasan baru sebagai Pangdam V/Brawijaya.
Serah terima jabatan keduanya digelar bersama sejumlah pergantian jabatan Pangdam di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Jumat (16/10). Upacara dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Harapan agar Profesionalisme Prajurit Meningkat
Sebagai putra daerah Bali, Putra Widiastawa diharapkan melanjutkan kesinambungan kepemimpinan Kodam IX/Udayana. Ia juga dituntut meningkatkan profesionalisme prajurit serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat.
Mayjen Putra Widiastawa menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan jajaran pimpinan daerah di Bali, terutama Gubernur Wayan Koster. Sinergi itu dinilai penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas wilayah Pulau Dewata.
Dalam kesempatan itu, Putra Widiastawa menyebut Koster sebagai senior atau kakak kelas. Keduanya pernah menempuh pendidikan di sekolah menengah yang sama di Singaraja. Koster sendiri berasal dari Sembiran, Kabupaten Buleleng.