BADUNG — Koalisi pemilik restoran di Canggu dan Pererenan, Kabupaten Badung, menggalang respons terkoordinasi terhadap turis asing yang berperilaku meresahkan. Mereka menerapkan kebijakan tanpa toleransi berupa penolakan masuk dan tidak melayani pelanggan yang tidak tertib. Kebijakan itu disiarkan secara publik melalui akun Instagram masing-masing usaha.
Dari Sikap Tidak Sopan hingga Berkendara Ugal-ugalan
Perilaku turis asing yang memicu respons ini bervariasi. Sebagian bersikap tidak sopan di tempat umum seperti restoran, sebagian melanggar adat istiadat setempat, dan sebagian lain berkendara motor secara ugal-ugalan. Cara berkendara yang terakhir disebut telah memicu berbagai kecelakaan lalu lintas.
Kondisi itu menimbulkan risiko besar bagi pejalan kaki maupun pengendara lain di sekitar kawasan wisata. Pelaku usaha menilai situasi kian memburuk dalam setahun terakhir hingga mereka enggan tinggal diam.
Alasan Herzza Rahmadhani Duha Melindungi Staf Restorannya
Pemilik OUFFF, restoran populer di Canggu, Herzza Rahmadhani Duha, termasuk yang mengambil sikap tegas. Prioritasnya adalah keselamatan dan kenyamanan karyawan.
"Saya tidak mau ada siapa pun yang memperlakukan staf saya dengan buruk," ujar Herzza. "Saya ingin restoran kami juga bisa menjadi rumah kedua yang aman bagi mereka."
Kebijakan serupa diadopsi Todd Darling, yang menginstruksikan tim di unit usahanya di Pererenan, DELLA TERRA. Usaha itu menolak melayani setiap individu yang terlihat berkendara secara ugal-ugalan di jalanan sekitar.
Benn Nilsen Gandeng Banjar Setempat
Pemilik OPENHOUSE Cafe di Pererenan, Benn Nilsen, memilih jalur berbeda dengan bermitra langsung dengan banjar atau dewan desa setempat. Warga asal Perth, Australia, itu berkomitmen penuh memblokir para pembuat keonaran kronis agar tidak dapat memasuki tempat usaha lokal.
"Upaya kami ini mungkin tidak akan bisa menghentikannya seratus persen," catat Nilsen mengenai gerakan akar rumput tersebut. "Namun setidaknya, langkah ini dapat mengurangi hingga delapan persen."
Harapan Pelaku Usaha pada Reputasi Pariwisata Bali
Melalui langkah terpadu, para pelaku usaha lokal berharap dapat melindungi staf, menjaga keamanan lingkungan sekitar, serta memulihkan reputasi Bali sebagai destinasi yang aman dan penuh rasa hormat bagi wisatawan global. Koalisi pemilik restoran yang menerapkan kebijakan ini terus bertambah jumlahnya.