BADUNG — Kawasan Petitenget kembali memperkuat posisinya sebagai pusat kuliner premium di Bali. Wolfgang’s Steakhouse, jaringan restoran yang lahir di Park Avenue, Manhattan, resmi membuka gerai perdananya di Parc Valle Petitenget, Jumat (21/8/2026). Pembukaan ini melengkapi dua gerai sebelumnya yang sudah beroperasi di Jakarta, yakni di ÉLYSÉE SCBD dan Wolfgang’s Teppan Jakarta di Keraton at The Plaza.
Ekspansi ke Bali bukan tanpa alasan. Manajemen menyebut tingginya permintaan terhadap pengalaman bersantap berstandar internasional menjadi pendorong utama hadirnya restoran ini di Pulau Dewata. Langkah ini juga merupakan bagian dari strategi ekspansi yang telah direncanakan selama beberapa tahun terakhir.
Menu Andalan: Steak Dry-Aged 28 Hari yang Dimatangkan di Suhu 800 Derajat Celsius
Berbeda dengan konsep seafood dan relaxed dining yang umum ditemui di kawasan pesisir Bali, Wolfgang’s Steakhouse membawa konsep fine dining khas New York Steakhouse. Bahan baku utamanya adalah USDA Prime Beef yang melewati proses dry-aging selama 28 hari di ruangan dengan suhu dan kelembapan terkontrol ketat.
Salah satu menu ikonik yang diandalkan adalah Porterhouse. Chef Amiro Cruz menjelaskan, potongan daging ini berasal dari bagian short loin yang menggabungkan dua tekstur berbeda: Tenderloin atau Filet Mignon yang lembut serta New York Strip yang memiliki karakter rasa beefy lebih kuat.
Potongan tersebut disajikan bone-in dalam ukuran besar, lalu diiris di atas sizzling platter. Proses pemanggangan menggunakan broiler bersuhu hingga 800 derajat Celsius menghasilkan lapisan crust terkaramelisasi, sementara bagian dalam daging tetap lembut dan juicy. Teknik ini menciptakan rasa gurih, nutty, dan kompleks yang menjadi ciri khas Wolfgang’s Steakhouse.
Target Pasar: Wisatawan Mancanegara dan Ekspatriat di Kawasan Pariwisata
Lokasi restoran di Parc Valle Petitenget dinilai strategis karena dikelilingi vila privat eksklusif, resor bintang lima, serta butik dan destinasi lifestyle di sepanjang Jalan Petitenget. Suasana klasik Manhattan dihadirkan lewat panel kayu mahoni, ubin bernuansa elegan, dan pencahayaan temaram.
Co-Founder Wolfgang’s Steakhouse, Peter Zwiener, menyebut pembukaan gerai Bali menjadi tonggak penting dalam ekspansi global perusahaan. Menurutnya, Bali adalah destinasi wisata kelas dunia yang tepat untuk memperkenalkan tradisi dan presisi teknik memasak khas New York Steakhouse.
“Pembukaan Wolfgang’s Steakhouse Bali adalah milestone penting bagi kami untuk menghadirkan keaslian tradisi, kepresisian teknik, dan keramahan khas New York Steakhouse di salah satu destinasi wisata terbaik dunia,” ujar Peter dalam keterangannya.
Senada dengan itu, Co-Founder Wolfgang’s Steakhouse, Lydia D’Amato, menambahkan bahwa Bali menjadi tempat yang tepat untuk memperkenalkan konsep dry-aging sekaligus karakter steak khas Wolfgang’s kepada masyarakat lokal dan wisatawan internasional.
Rudy Salim: Bukan Sekadar Restoran, Tapi Destinasi Kuliner
Shareholder Partner Wolfgang’s Steakhouse & Wolfgang Teppan Indonesia, Rudy Salim, optimistis kehadiran restoran ini memperkuat ekosistem kuliner premium di Bali. Ia menilai perpaduan reputasi global Wolfgang’s dengan lokasi strategis Petitenget berpotensi menjadikannya destinasi baru bagi pencinta kuliner.
“Bagi kami, Wolfgang’s Steakhouse bukan sekadar restoran, tetapi sebuah destinasi yang memadukan kualitas, heritage, dan hospitality berkelas dunia,” kata Rudy.
Perayaan pembukaan gerai ditandai dengan Press Conference dan VIP Dinner Gathering. Acara diawali pertunjukan tari tradisional Bali, prosesi pemotongan tumpeng, pemotongan pita, hingga atraksi fireworks dance yang menerangi langit malam Petitenget.
Secara global, Wolfgang’s Steakhouse telah mengoperasikan lebih dari 40 gerai di berbagai kota dunia. Asia menjadi pasar utama pertumbuhan brand ini, dengan 10 gerai di Tiongkok, delapan di Jepang, delapan di Filipina, dua di Korea Selatan, serta sejumlah gerai di Singapura, Thailand, Hong Kong, dan Indonesia.