DENPASAR — Kepala DKLH Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, menyebutkan api yang membakar area timbunan sampah di TPA Suwung berhasil dikendalikan dengan cepat. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan peralatan dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 12.00 WITA itu.
Dwi Arbani mengatakan, luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 15 meter kali 5 meter. Petugas langsung melakukan pendinginan setelah api padam untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Pemicu Kebakaran: Panas Timbunan Sampah dan SOP Siaga
Dwi Arbani menjelaskan, kebakaran diduga dipicu oleh kondisi panas di area timbunan sampah. Pihaknya belum menemukan indikasi penyebab spesifik seperti puntung rokok.
“Kenapa penyebabnya? Panas, biasa. Kan biasa panas, nggak tiba-tiba. Jadi kita sudah standby terus di sini,” ujarnya, Sabtu (22/8).
Kondisi panas tersebut memang menjadi salah satu risiko yang diantisipasi pengelola TPA. Karena itu, petugas pemadam disiagakan secara rutin lengkap dengan peralatan pendukung.
Dua Tangki Air dan Tiga Alat Berat Dikerahkan
Untuk merespons munculnya titik api, pengelola TPA Suwung menyiapkan dua tangki air yang dilengkapi nozzle dan selalu dalam posisi siap pakai. Penanganan juga dibantu alat berat untuk mengisolasi timbunan sampah agar api tidak merambat.
“Baru pendinginan. Petugas langsung ada di sini. SOP-nya memang seperti itu,” kata Dwi Arbani.
Dalam proses pemadaman, tiga alat berat dikerahkan. Masing-masing berasal dari Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kabupaten Badung, dan Pemerintah Provinsi Bali. Alat berat ini berfungsi mengurai dan mengisolasi timbunan sampah sehingga proses pemadaman lebih efektif.
Aktivitas Truk Sampah Kembali Normal Sejak Siang
Setelah api berhasil dikendalikan dan proses pendinginan dilakukan, aktivitas di TPA Suwung berangsur pulih. Truk-truk pengangkut sampah kembali beroperasi seperti biasa.
“Jam dua lebih sedikit sudah normal. Truk lagi masuk,” jelas Dwi Arbani.
Sebelumnya, video kebakaran TPA Suwung sempat beredar di masyarakat. Dalam rekaman tersebut terlihat kobaran api dan kepulan asap di area TPA, serta sejumlah alat berat yang dikerahkan untuk menangani titik api. (Ketut Winata/balipost)