Pencarian

Alasan PFII Dulu Dibangun di Jakarta Sebelum Bali, Infrastruktur Butuh Waktu

Senin, 17 Agustus 2026 • 10:14:01 WIB
Alasan PFII Dulu Dibangun di Jakarta Sebelum Bali, Infrastruktur Butuh Waktu
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan alasan pemilihan Jakarta sebagai lokasi awal pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

JAKARTA — Rencana pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) mulai menemui titik terang. Pemerintah telah menetapkan Jakarta sebagai lokasi sementara, dengan Bali menyusul sebagai pengembangan berikutnya. Keputusan ini diumumkan di tengah persiapan pemerintah untuk menghadirkan pusat keuangan kelas dunia yang diyakini mampu menarik minat investor global.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyebut arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi pertimbangan utama pemilihan Jakarta. Keinginan agar kelembagaan ini segera beroperasi menjadi prioritas.

"Lokasinya untuk awal ini memang di Jakarta dulu, kenapa? Karena Bapak Presiden ingin ini semua langsung kerja, ada momentumnya ya," ujar Rosan saat ditemui di Kantor DJP, Jakarta, dikutip Minggu (16/8/2026).

Daya Tarik Bali bagi Investor Global

Berbeda dengan Jakarta yang tinggal menyiapkan gedung, pengembangan PFII di Bali membutuhkan waktu lebih panjang. Pembangunan infrastruktur fisik menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan terlebih dahulu.

Kendati demikian, Bali punya keunggulan yang tidak dimiliki pusat keuangan internasional lainnya. Rosan menyampaikan bahwa para investor menilai Bali memiliki nilai tambah tersendiri, terutama dari sisi gaya hidup dan daya tarik wisata.

Menurutnya, kehadiran fasilitas ini di Bali tidak hanya akan menjadi magnet investasi, tetapi juga menggerakkan sektor pariwisata. Para investor yang datang rata-rata memiliki daya beli tinggi dan akan membelanjakan uangnya selama berada di Pulau Dewata.

"Kalau di Bali mereka bilang, ini eh ada plus-nya. Jadi begitu kerja, mereka juga bisa, meningkatkan pariwisata di Bali karena mereka mempunyai spending power yang cukup besar, kan, rata-rata gitu," jelas Rosan.

Lokasi PFII di Jakarta Masih Dirahasiakan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan lokasi PFII di Jakarta sudah disiapkan pemerintah. Namun, ia enggan membeberkan titik persisnya dan menyerahkan pengumuman kepada otoritas terkait.

"Sudah ada sebenarnya, tapi mungkin jangan saya yang menyampaikan. Biarlah nanti ada dari otoritasnya sendiri karena itu sebuah zona yang memang diatur khusus," kata Prasetyo dalam keterangan pers yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (15/8).

Rencana pembangunan PFII di Jakarta dan Bali sebelumnya telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di DPR. Kehadiran pusat finansial ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi utama di kawasan Asia Tenggara.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks