DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali menutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-68 dengan malam penganugerahan yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (14/8/2026). Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, hadir mewakili Gubernur untuk menyerahkan piagam dan hadiah secara simbolis kepada para penerima.
Dewa Made Indra menyebut capaian yang diraih para pemenang merupakan bukti nyata kerja keras dan inovasi dalam pembangunan. "Saya bangga kepada seluruh pemenang lomba dan penerima penghargaan. Ini adalah bukti nyata kerja keras, inovasi, dan dedikasi saudara-saudara dalam mendukung pembangunan di Bali," ujarnya.
Delapan Kategori Penghargaan dan Lomba yang Digelar
Pada tahun ini, Pemprov Bali memberikan penghargaan untuk delapan kategori. Beberapa di antaranya adalah Adhyasta Praja Kerthi, ASN Berprestasi di Lingkungan Pemprov Bali, serta Anugerah Bali Swacitta Nugraha untuk Inovasi Masyarakat dan Inovasi Daerah Bidang Pendidikan Tingkat SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Bali.
Penghargaan lain yang diserahkan mencakup Lomba Desa dan Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Bali, Penghargaan Pengelolaan Keuangan Desa Adat se-Bali "Sewaka Dana Kerthi Nugraha", serta Penghargaan Pelaku Pariwisata.
Berbeda dengan kategori penghargaan, sejumlah kompetisi juga digelar dalam rangkaian acara ini. Kompetisi tersebut meliputi lomba keamanan pangan, lomba gateball, kompetisi CFT pada Junior Sentinel Challenge, kompetisi Mixoflair Bali, serta turnamen sepak bola U-10 dan U-12 Kerthi Bali Soccer IV.
Prestasi Jadi Motivasi Wujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Dewa Made Indra menegaskan bahwa penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi atau instansi, tetapi juga diharapkan menginspirasi masyarakat Bali untuk terus berkarya. "Capaian hari ini harus kita jadikan motivasi bersama. Mari terus bergerak, berinovasi, dan bergotong royong untuk mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru," tegasnya.
Menurutnya, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan. Momen ini dimanfaatkan untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
"Enam puluh delapan tahun perjalanan Provinsi Bali adalah perjalanan panjang pengabdian. Dengan semangat kebersamaan, saya yakin Bali akan semakin maju, sejahtera, dan berbudaya," tambah Dewa Made Indra.
Acara puncak kemudian ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan dan hadiah secara simbolis kepada perwakilan pemenang lomba dan penerima penghargaan.