BALI — Apple resmi merilis iPhone Duo, foldable pertama perusahaan yang disebut para reviewer sebagai perangkat lipat terbaik di pasar saat ini. Perangkat ini hadir dengan layar dalam yang nyaris tanpa lipatan dan engsel tahan ribuan kali lipat, meski harus dikorbankan bobot lebih berat serta belum optimalnya dukungan aplikasi pihak ketiga. iPhone Duo paling masuk akal bagi pengguna yang rutin memakai layar besar dalam keseharian.
Apple menunda lama masuk ke segmen ponsel lipat, dan keputusan itu tampaknya tepat. Sejumlah reviewer yang telah mencoba iPhone Duo selama sepekan menilai perangkat ini unggul jauh dibanding foldable lain yang sudah lebih dulu beredar, terutama pada kualitas layar dan mekanisme engsel.
Spesifikasi dan Desain Utama
iPhone Duo mengandalkan dua layar: panel luar berukuran lebih kecil untuk pemakaian cepat dan layar dalam yang membentang luas saat perangkat dibuka. Apple belum membeberkan angka resmi baterai maupun kamera dalam materi yang beredar, tetapi beberapa reviewer menyebut perangkat ini masih terasa hangat saat dipakai intensif.
Bobot perangkat menjadi catatan tersendiri. Saat dipegang dengan satu tangan dalam kondisi terbuka, beban terasa lebih berat dibanding ponsel biasa. Rasio layar luar yang memanjang juga membuat genggaman terasa kurang nyaman bagi sebagian penguji.
Layar Lipat dengan Lekukan Paling Tipis
Apple tidak mengklaim lekukan layar sepenuhnya hilang, dan memang masih terlihat pada sudut serta pencahayaan tertentu. Saat jari menyapu permukaan, lekukan itu tetap bisa dirasakan.
Meski begitu, para reviewer sepakat lekukan iPhone Duo adalah yang paling tidak mengganggu di kelasnya. Pengujian HTX Studio mencatat kedalaman lekukan saat baru hanya 48 mikron, sekitar setengah ketebalan selembar kertas, dengan kemiringan di bawah 0,1 derajat.
Setelah 3.000 kali lipat, kedalaman lekukan naik menjadi 167 mikron dan kemiringan 1,24 derajat. Angka itu mendekati kondisi foldable pesaing setelah jumlah lipatan serupa, jadi perubahan tetap terukur meski tidak signifikan dalam pemakaian harian.
Ketahanan Engsel dan Uji Lipat
Pengujian Joanna Stern memakai mesin untuk melipat perangkat hingga puluhan ribu kali. Hasilnya, engsel mengalami perubahan terukur setelah 32.000 lipatan, tetapi justru menjadi lebih kaku, bukan longgar seperti yang biasa terjadi pada foldable lain.
Perubahan kekakuan itu hanya terdeteksi lewat strain gauge dan tidak terasa dalam pemakaian normal. Temuan ini menjawab kekhawatiran soal daya tahan engsel yang jadi momok ponsel lipat generasi awal.
Touch ID Kembali, Face ID Hilang
Salah satu kompromi paling terasa adalah kembalinya Touch ID menggantikan Face ID. Setelah terbiasa membuka kunci dengan wajah, sebagian besar reviewer mengaku belum nyaman dengan pemindai sidik jari di samping bodi selama sepekan pengujian.
Kamera selfie di layar dalam juga disebut belum menyamai kualitas kamera depan iPhone biasa. Reviewer menyebut perbaikan pada aspek ini kemungkinan besar baru hadir di generasi kedua.
Aplikasi Pihak Ketiga Belum Siap
Banyak aplikasi belum diperbarui untuk layar dalam yang lebar. Dalam kondisi terburuk, tampilan aplikasi tetap berformat iPhone dan mengambang di tengah layar hitam.
Pandangan optimistis menyebut kondisi ini akan cepat berubah seiring pengembang menyesuaikan aplikasi. Untuk sementara, pengguna awal perlu bersiap menghadapi sejumlah kekecewaan pada aplikasi pihak ketiga di masa awal pemakaian.
Harga dan Ketersediaan
Materi yang beredar tidak mencantumkan harga resmi iPhone Duo maupun jadwal ketersediaan di Indonesia. Reviewer hanya menyebut biaya pembelian yang tinggi sebagai salah satu penghalang utama, di samping kompromi bentuk perangkat.
Apple juga belum mengumumkan varian penyimpanan maupun kanal penjualan resmi untuk pasar lokal. Pantau laman resmi Apple Indonesia untuk informasi harga dan tanggal mulai penjualan.
Siapa yang Cocok Memakai iPhone Duo
iPhone Duo hanya masuk akal bagi pengguna yang rutin membuka layar besar untuk bekerja, membaca, atau menonton. Jika layar luar jadi andalan utama dan perangkat hanya dibuka beberapa kali sehari, bobot berat serta bentuk layar yang tidak biasa akan terasa mengganggu.
Perangkat ini juga menyasar pengguna awal yang siap menghadapi aplikasi belum optimal. Setelah 20 tahun iPhone dengan desain nyaris seragam, iPhone Duo menawarkan arah baru, meski sejumlah perbaikan seperti Face ID, kamera lebih baik, dan harga lebih rendah baru dijanjikan hadir di generasi berikutnya.