JAKARTA — Pergerakan IHSG berhasil berbalik arah setelah sempat terpuruk di bawah level 6.000 sejak 3 Juni lalu. Kenaikan pagi ini menjadi sinyal pemulihan setelah indeks jatuh akibat kejatuhan saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan, dalam sepekan terakhir.
Lompatan Saham Big Cap Jadi Penopang
Penguatan IHSG dipimpin oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melonjak 3,54 persen. Saham perbankan lainnya juga kompak menghijau: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 4,64 persen, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 1,39 persen, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 1,17 persen.
Dari sektor lain, saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) terbang 20 persen hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) naik 4,76 persen, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menguat 5,34 persen.
Sektor Keuangan Pimpin Kenaikan, Enam Sektor Lain Ikut Hijau
Secara sektoral, saham keuangan menjadi motor utama dengan kenaikan 2,42 persen. Sektor properti menyusul dengan penguatan 1,96 persen, infrastruktur naik 1,67 persen, dan teknologi menguat 1,50 persen. Sektor consumer primer dan non-primer masing-masing naik 1,43 persen dan 1,10 persen.
Sejumlah saham juga mencatatkan kenaikan hingga ARA. Saham PT Bank BAYA Indonesia Tbk (BBAY) melesat 34,39 persen ke Rp 254, PT RISE Tbk (RISE) naik 25 persen ke Rp 1.300, dan PT SSTM Tbk (SSTM) menguat 25 persen ke Rp 470.
Kemarin Net Sell Jumbo, Kini Berbalik Arah
Kenaikan IHSG pagi ini berbanding terbalik dengan perdagangan sehari sebelumnya. Pada Rabu (10/6/2026), IHSG ditutup melesat 155,73 poin (2,71 persen) ke 5.902, namun diiringi aksi jual bersih (net sell) asing jumbo mencapai Rp 3,12 triliun. Saham BBRI menjadi sasaran net sell terbesar senilai Rp 612,05 miliar, disusul TPIA Rp 416,08 miliar, BBCA Rp 179,18 miliar, dan BBNI Rp 147,16 miliar.
Meski demikian, momentum penguatan berhasil berlanjut di sesi pembukaan Kamis ini. Pasar kini menanti konsistensi penguatan IHSG untuk bertahan di atas level 6.000 pada penutupan perdagangan nanti.