DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster mendorong DPC Peradi SAI Denpasar untuk tidak sekadar menjadi organisasi profesi, melainkan mitra strategis Pemprov Bali dalam pembangunan dan penegakan hukum. Fokus utama yang ia sorot adalah pendampingan hukum bagi desa adat dan LPD yang selama ini kerap menghadapi persoalan.
Harapan itu disampaikan Koster di hadapan pengurus yang baru dilantik, Sabtu (22/8/2026). Kepengurusan DPC Peradi SAI Denpasar masa bakti 2026–2030 resmi dipimpin I Made "Ariel" Sudarsana, S.H., M.H., yang terpilih melalui Muscab II pada 3 Juli 2026.
Koster menilai LPD punya kontribusi besar terhadap perekonomian desa adat. Karena itu, lembaga keuangan milik desa ini butuh payung hukum yang kuat.
Pemprov Bali saat ini tengah menyiapkan peraturan daerah (Perda) baru terkait LPD. Regulasi ini dirancang untuk memperkuat karakter LPD sebagai lembaga ekonomi yang berakar pada hukum adat Bali.
"Tentu saja kita berharap nanti bisa bersinergi untuk pembangunan, terutama di bidang penegakan hukum," ujar Koster dalam sambutannya.
Harry Ponto mengingatkan bahwa peran advokat tidak berhenti pada pendampingan saat perkara muncul. Ia mendorong kepengurusan baru untuk aktif melakukan pencegahan melalui legal audit.
"Advokat jangan hanya datang setelah ada masalah. Advokat juga harus mampu bekerja sebelum masalah timbul," tegas Harry.
Melalui legal audit, advokat bisa mengidentifikasi risiko, membenahi tata kelola, dan mencegah potensi sengketa sejak dini. Peradi SAI menyatakan siap menerjunkan tenaga ahli jika kerja sama dengan Pemprov Bali direalisasikan.
Harry juga menyoroti pentingnya profesionalisme di internal organisasi. Menurutnya, organisasi yang sehat bukan yang sibuk mengganti yang lama dengan yang baru, melainkan yang mampu menghormati senior dan memberi ruang bagi generasi penerus.
"Organisasi yang sehat adalah yang menghormati seniornya, memberi ruang bagi generasi penerus, dan membuat keduanya berjalan bersama," tuturnya.
Ia mengapresiasi langkah responsif kepengurusan baru yang sejak awal sudah membangun komunikasi dengan Gubernur Koster. Koster pun menegaskan akan menunggu langkah konkret dari kolaborasi ini.
"Saya akan menunggu hasilnya nanti, supaya ada langkah konkret untuk Bali," tegasnya.