BALI — Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk naik Rp 8.000 menjadi Rp 2.565.000 per gram pada Jumat (5/11/2026). Kenaikan harga beli itu disertai lonjakan harga buyback yang lebih drastis, yakni Rp 13.000 ke Rp 2.370.000 per gram.
Kenaikan dua hari beruntun membuat harga emas Antam terangkat hampir 4% dalam dua sesi terakhir. Penguatan harga logam mulia global menjadi pemicu utama, dengan emas dunia ditutup di US$ 4.087,7 per troy ons pada perdagangan sebelumnya, naik 0,68% dibandingkan posisi sehari sebelumnya.
Selisih Harga Beli dan Buyback Menyempit
Pada perdagangan Jumat (5/11/2026), harga beli emas Antam berada di Rp 2.565.000 per gram, menguat Rp 8.000 dari hari sebelumnya. Sementara harga jual kembali atau buyback naik lebih tajam, Rp 13.000, ke posisi Rp 2.370.000 per gram.
Perbedaan kenaikan itu membuat selisih antara harga beli dan buyback mengecil. Bagi pemegang emas Antam yang ingin mencairkan asetnya, gap yang lebih sempit berarti kerugian saat menjual kembali berkurang dibandingkan posisi sebelumnya.
Dua Hari Beruntun, Harga Terangkat Nyaris 4%
Penguatan harga emas Antam bukan gerakan satu hari. Selama dua hari terakhir, harga logam mulia ini sudah terangkat hampir 4%, menandai tren kenaikan beruntun setelah sebelumnya bergerak di level lebih rendah.
Harga emas dunia yang ditutup di US$ 4.087,7 per troy ons menjadi faktor pendorong utama. Penguatan 0,68% pada sesi sebelumnya langsung merambat ke harga emas Antam di pasar domestik.
Apa Artinya bagi Investor Emas
Kenaikan harga beli menguntungkan mereka yang sudah memegang emas Antam sejak harga lebih rendah. Sebaliknya, pembeli baru harus merogoh kocek lebih dalam untuk setiap gramnya.
Bagi investor yang mempertimbangkan realisasi keuntungan, kenaikan buyback Rp 13.000 hari ini memberi ruang lebih baik dibandingkan posisi kemarin. Namun perlu dicatat, harga buyback tetap berada di bawah harga beli, sehingga margin keuntungan hanya muncul jika emas dibeli pada level harga yang lebih rendah dari posisi saat ini.
Pergerakan harga emas Antam ke depan akan bergantung pada arah harga emas global. Selama tekanan terhadap dolar AS berlanjut dan permintaan aset safe haven tetap kuat, harga logam mulia berpotensi melanjutkan penguatan.