BALI — Pengacara Russell Brand menyampaikan argumen penutup di Pengadilan Southwark Crown, London, dengan menuduh film dokumenter Channel 4 tahun 2023 sengaja mencemari proses hukum. Ian Winter menilai laporan Dispatches dan The Times membuat enam perempuan melapor ke polisi atas tuduhan dari dua dekade lalu. Brand menghadapi tujuh dakwaan, termasuk tiga tuduhan pemerkosaan, yang seluruhnya ia bantah.
Ian Winter meminjam istilah dari seorang filsuf Katolik abad ke-19 untuk membangun pembelaannya. Ia menyebut film dokumenter Dispatches dan pemberitaan The Times "sengaja mencemari sumur keadilan" demi memicu penuntutan terhadap Russell Brand atas tuduhan serangan seksual dan pemerkosaan.
Menurut Winter, para jurnalis di balik laporan itu tidak menindaklanjuti satu pun keluhan yang menjadi inti program Channel 4. Para pengadu dalam program tersebut tetap anonim dan tidak bersedia mencantumkan nama mereka.
"Mereka mencemari sumur dengan harapan dan niat agar orang lain maju dan membuat tuduhan terhadapnya," ujar Winter di hadapan juri, seperti dikutip Deadline.
Enam Pengadu dan Pengaruh Film
Winter berargumen bahwa enam perempuan yang melapor ke polisi tidak datang atas kemauan sendiri. Masing-masing, katanya, terpapar "racun" yang mereka saksikan dalam program televisi tersebut.
Ia menelusuri satu per satu pengadu yang memiliki hak anonimitas seumur hidup. Banyak di antaranya, menurut Winter, "tidak pernah memberi tahu siapa pun" sebelum dokumenter itu tayang.
Pengadu 5, yang menuduh Brand melakukan sodomi paksa setelah hubungan konsensual, disebut telah menceritakan versi berbeda kepada banyak orang selama bertahun-tahun. "Tetapi baru setelah ia menonton program itu ia berkata, 'Saya tahu secara pribadi dari menontonnya bahwa itu pertama kali saya benar-benar merasakan perubahan monumental,'" kata Winter, seraya mempertanyakan bagaimana kesaksian perempuan itu jika tak menonton dokumenter.
Dampak pada Brand dan Keluarga
Winter menyatakan dokumenter itu berdampak "benar-benar menghancurkan" bagi kliennya. Ia merujuk pada kesaksian Brand yang mengaku dilarang mengunjungi anaknya di rumah sakit setelah film tersebut tayang.
Dalam pembelaannya, Winter menegaskan setiap pengadu telah "terkontaminasi oleh program" tersebut. Menurutnya, keberadaan mereka sebagai pengadu, apalagi kesaksian yang mereka sampaikan, "secara fundamental rusak oleh program dan publisitas itu" sehingga dinilai tidak adil.
Bantahan Jaksa dan Arahan Hakim
Jaksa penuntut juga menyinggung dokumenter tersebut, tetapi berargumen pekan lalu bahwa film itu bukan "kekuatan magis" yang menyebabkan enam perempuan berbeda "menyusun ulang" ingatan mereka.
Winter menilai jaksa tidak memiliki tesis kasus yang menjelaskan mengapa Brand diduga memperkosa dan menyerang perempuan-perempuan itu, dibandingkan ratusan perempuan lain yang berhubungan konsensual dengannya antara 1999 dan 2009. "Yang terbaik yang bisa dilakukan jaksa adalah mengatakan bahwa dia manipulatif, penuh perhitungan, dan ingin meniduri banyak sekali perempuan, mungkin 5.000. Lalu kenapa? Kami tahu itu," ujarnya.
Hakim dalam perkara ini meminta juri mengabaikan dokumenter tersebut. "Jangan berpikir bahwa beberapa perempuan yang membuat keluhan anonim dalam acara TV menambah dukungan apa pun bagi penuntutan," kata hakim, dikutip dari bahan yang sama.
Tuduhan dan Status Persidangan
Russell Brand menghadapi tiga dakwaan pemerkosaan, tiga tuduhan serangan seksual, dan satu tuduhan percobaan penyerangan tidak senonoh yang diturunkan dari dakwaan penyerangan tidak senonoh. Seluruh tuduhan berasal dari enam perempuan dan semuanya dibantah Brand.
Juri diperkirakan mulai bersidang untuk mempertimbangkan putusan pada hari berikutnya. Sidang masih berlanjut.
Kasus ini menjadi salah satu persidangan selebritas paling diperhatikan di Inggris, sekaligus ujian atas sejauh mana pemberitaan investigatif dan dokumenter dapat memengaruhi jalannya proses hukum.