NEGARA — Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra menyebut potensi longsor tersebar di Kecamatan Negara, Jembrana, Mendoyo, dan Pekutatan. Sementara ancaman banjir teridentifikasi di tiga kecamatan, yakni Negara, Jembrana, dan Pekutatan.
Pemetaan mengacu pada peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang menjadi acuan kesiapsiagaan instansi penanggulangan bencana daerah. Sejak musim kemarau, BPBD Jembrana telah menyalurkan 730.200 liter air bersih ke warga terdampak kekeringan.
Distribusi air bersih dilakukan bekerja sama dengan PMI, TNI, dan Polri. Meski demikian, pemantauan informasi cuaca dari BMKG terus berjalan untuk mengantisipasi potensi musim hujan.
Desa dan Kelurahan yang Masuk Peta Rawan Longsor
Di Kecamatan Negara, potensi longsor mencakup Desa Berangbang dan Kelurahan Baler Bale Agung. Kecamatan Jembrana meliputi Desa Batuagung dan Kelurahan Pendem.
Kecamatan Mendoyo mencakup Desa Yehembang dan Pohsanten. Adapun Kecamatan Pekutatan meliputi Desa Asah Duren, Pengeragoan, dan Manggisari.
Wilayah Rawan Banjir: Dari Loloan Barat hingga Medewi
Potensi banjir di Kecamatan Negara tersebar di Desa Kaliakah, Tegal Badeng Barat, Pengambengan, Kelurahan Loloan Barat, dan Lelateng. Kecamatan Jembrana mencakup Kelurahan Dauhwaru, Pendem, Sangkaragung, dan Loloan Timur.
Di Kecamatan Pekutatan, wilayah rawan banjir meliputi Desa Gumbrih, Medewi, dan Pulukan. Sebagian titik berada di kawasan pesisir dan bantaran sungai yang kerap tergenang saat curah hujan tinggi.
Warga Diminta Waspadai Retakan Tanah dan Kenaikan Muka Air Sungai
Agus mengingatkan warga yang tinggal di sekitar lereng, bantaran sungai, maupun kawasan yang kerap tergenang untuk meningkatkan kewaspadaan. Kewaspadaan terutama diperlukan saat terjadi hujan deras dalam waktu lama.
"Tanda-tanda alam seperti munculnya retakan tanah atau kenaikan muka air sungai harus diwaspadai sebagai potensi bahaya dini," kata Agus.
BPBD Jembrana belum menyebut langkah lanjutan seperti simulasi evakuasi atau pendirian pos siaga di titik rawan. Pemantauan cuaca bersama BMKG menjadi acuan utama sebelum musim hujan tiba.