BALI — Drama Korea makin diminati penonton internasional, bukan cuma soal romansa atau thriller. Sejumlah judul justru menjadikan fenomena sosial asli Korea sebagai fondasi cerita, memberi gambaran soal kehidupan masyarakat di sana. Tiga judul berikut layak masuk daftar tontonan.
Fenomena sosial yang jarang terekspos media arus utama kerap jadi bahan cerita drama Korea. Alih-alih sekadar latar, isu-isu ini dibangun jadi konflik utama yang menggerakkan karakter. Berikut tiga judul yang mengangkat realitas unik masyarakat Korea.
1. Move to Heaven
Drama ini dibintangi Lee Je Hoon dan menyorot fenomena godoksa, yakni kematian dalam kesepian. Godoksa adalah kondisi nyata di Korea ketika seseorang, biasanya lansia atau individu terisolasi, meninggal sendirian di rumah tanpa diketahui orang lain selama berhari-hari.
Cerita berpusat pada Han Geu Ru, pemuda autis berusia 20 tahun yang bekerja di bisnis ayahnya, "Move to Heaven." Perusahaan itu khusus menangani pembersihan lokasi trauma, sekaligus mengumpulkan barang-barang peninggalan orang meninggal untuk dikirim ke keluarga yang berduka.
Setelah ayahnya wafat, hak asuh Geu Ru beralih ke pamannya, Cho Sang Gu, mantan narapidana dan petarung bela diri di pertandingan bawah tanah. Sesuai wasiat, Sang Gu harus merawat dan bekerja bersama Geu Ru di "Move to Heaven" selama tiga bulan untuk mengklaim warisan.
Karena mengincar uang, Sang Gu menyetujui syarat itu dan pindah ke rumah Geu Ru. Konflik keduanya dibangun di atas realitas godoksa yang jadi nyawa cerita.
Dari tiga judul di atas, Move to Heaven jadi contoh paling kuat bagaimana drama Korea memakai isu sosial asli sebagai fondasi cerita. Menontonnya bukan cuma soal hiburan, tapi juga membuka mata soal realitas yang jarang dibicarakan.