MANGUPURA — Gubernur Bali Wayan Koster menilai kemudahan permodalan yang terjangkau, inklusif, dan berkelanjutan menjadi kunci peningkatan produktivitas UMKM. Lewat forum bertema "Strengthening Government Kredit Programs: Advancing Inclusive and Sustainable MSME Financing" itu, ia berharap pertemuan menghasilkan gagasan inovatif dan kerja sama strategis. Harapannya, sistem pembiayaan UMKM yang terbangun benar-benar inklusif dan berkelanjutan.
Koster mengapresiasi pemilihan Bali sebagai tuan rumah forum internasional tersebut. Menurutnya, ajang itu bisa memperluas akses pembiayaan pelaku UMKM di Bali sekaligus memperkuat sektor usaha sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
Keterbatasan Modal Masih Jadi Hambatan Utama UMKM Bali
Di hadapan peserta forum, Koster mengakui keterbatasan akses permodalan masih menjadi salah satu tantangan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha. Karena itu, penguatan kredit program pemerintah perlu dibarengi kolaborasi pemerintah, lembaga keuangan, perbankan, dan dunia usaha.
Kolaborasi itu dinilai penting agar pembiayaan menjangkau lebih banyak pelaku usaha secara tepat sasaran. Koster menempatkan UMKM sebagai motor pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus pelestari kearifan lokal Bali.
"UMKM bukan sekadar sektor usaha, melainkan motor penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat serta pelestari kearifan lokal di Provinsi Bali. Kita semua menyadari bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah adalah tulang punggung perekonomian, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global," ujar Koster.
Empat Langkah Strategis Pemprov Bali Menyongsong 2027
Koster memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan Bali yang secara umum berada di atas rata-rata nasional. Capaian itu perlu dipertahankan melalui perencanaan pembangunan yang lebih akurat, terukur, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks, ia menekankan sinergi pemerintah pusat dan daerah dengan dunia usaha. Arah pembangunan Bali juga harus selaras dengan RPJMN 2025–2029 yang mengusung visi "Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045" melalui delapan misi Asta Cita.
Menyongsong 2027, Pemprov Bali mengarahkan kebijakan pembangunan pada empat langkah strategis:
- Transformasi struktur ekonomi melalui Transformasi Ekonomi Kerthi Bali
- Penguatan ekosistem investasi satu pintu dan akselerasi digital
- Peningkatan kolaborasi dengan instansi vertikal di Bali
- Pemetaan peluang dan potensi investasi prioritas
Lima Sektor Prioritas Investasi yang Dibuka untuk UMKM Lokal
Sektor yang menjadi prioritas investasi meliputi pertanian organik, energi bersih dan kemandirian energi, industri berbasis budaya dan jenama Bali, ekonomi digital dan kreatif, serta pariwisata budaya dan wisata kebugaran. Pengembangan sektor-sektor itu diharapkan membuka peluang usaha baru dan memperkuat daya saing UMKM lokal.
Khusus ekonomi kreatif dan digital, Pemprov Bali berkomitmen membangun ekosistem usaha yang kondusif. Langkahnya mencakup peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, dan penguatan kontribusi sektor itu terhadap perekonomian daerah.
Koster menegaskan dukungan pembiayaan harus berjalan seiring peningkatan kapasitas dan kualitas usaha. Optimalisasi kredit program pemerintah diharapkan tidak hanya memperluas akses permodalan, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Menkop UMKM Maman Abdurrahman: Pembiayaan Harus Tepat Sasaran
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah RI Maman Abdurrahman menyatakan pemerintah terus mengonsolidasikan dan mengoordinasikan berbagai institusi pembiayaan, baik dalam negeri maupun internasional. Langkah itu dilakukan untuk membangun kepercayaan lembaga pembiayaan sekaligus memperluas akses permodalan pelaku UMKM.
Maman menegaskan peningkatan penyaluran pembiayaan harus memperhatikan aspek kuantitas dan kualitas. Perluasan akses permodalan mesti diimbangi penyaluran yang tepat sasaran agar berdampak nyata terhadap produktivitas usaha dan penciptaan lapangan kerja.