Pencarian

Paviliun Kawasan Berikat TEI 2026 Kantongi Potensi Investasi Rp5 Triliun

Minggu, 18 Oktober 2026 • 08:48:01 WIB
Paviliun Kawasan Berikat TEI 2026 Kantongi Potensi Investasi Rp5 Triliun
Paviliun Kawasan Berikat di TEI 2026 mencatat potensi investasi sekitar Rp5 triliun dari 16 perusahaan selama dua hari pameran.

BALI — Paviliun Kawasan Berikat mencatat potensi investasi sekitar Rp5 triliun dari 16 perusahaan selama dua hari pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 15-16 Oktober 2026. Sebanyak 13 perusahaan berminat membuka Kawasan Berikat dan tiga lainnya mengincar Pusat Logistik Berikat (PLB). Capaian ini menjadi sinyal minat investor terhadap fasilitas fiskal untuk industri berorientasi ekspor.

Kementerian Perdagangan memfasilitasi partisipasi industri Kawasan Berikat lewat Indonesia Bonded Zone Pavilion di TEI 2026. Paviliun seluas 72 meter persegi itu hasil kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) dan menghadirkan lima booth, yakni APKB, PT Kewalram Indonesia 1 dan 2, PT Lami Packaging Indonesia, serta PT Tokki Engineering and Fabrication.

Selain potensi investasi Rp5 triliun, peserta pameran mencatatkan potensi transaksi sekitar Rp2 miliar atau setara 110.000 dollar AS. Minat investasi datang dari sektor baja, farmasi, alas kaki, pakan ternak, rekondisi kendaraan roda empat, dan tekstil.

Fasilitas Fiskal Jadi Daya Tarik Utama

Kawasan Berikat dan PLB dikelola melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kementerian Keuangan. Kedua fasilitas menyediakan kemudahan fiskal dan nonfiskal sesuai ketentuan yang berlaku, khususnya bagi perusahaan berorientasi ekspor.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menyebut partisipasi industri Kawasan Berikat dalam TEI sebagai upaya memperkuat ekosistem ekspor nasional.

"Partisipasi industri Kawasan Berikat dalam TEI 2026 merupakan upaya memperkuat ekosistem ekspor nasional melalui peningkatan investasi, penguatan industri manufaktur, dan perluasan akses pasar global. Kami berharap makin banyak pelaku usaha memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat untuk meningkatkan daya saing produk, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional," ujar Fajarini.

Paviliun yang terletak di hall 7, booth 7-5 itu difungsikan sebagai sarana promosi fasilitas Kawasan Berikat, perluasan jejaring bisnis, dan penjajakan investasi baru. Menurut Fajarini, capaian tersebut menunjukkan peran TEI dalam mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis dan investor.

APKB Incar Tambahan Anggota dari 735 Perusahaan

Ketua Umum APKB Iwa Koswara menyatakan organisasinya merupakan lembaga nirlaba yang mewadahi perusahaan pemegang penetapan Kawasan Berikat dari Kementerian Keuangan. Hingga 2026, APKB memiliki 735 perusahaan anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

"Melalui TEI 2026, APKB menargetkan penambahan anggota, perluasan jaringan bisnis, serta peningkatan pemahaman pelaku usaha mengenai fasilitas Kawasan Berikat, PLB, dan Gudang Berikat," kata Iwa.

Iwa berharap partisipasi dalam TEI mendorong investasi baru pada industri berorientasi ekspor, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan memperkuat ekspor nasional.

Ekspor Manufaktur Naik 7,91% Sepanjang Januari-Agustus 2026

Dorongan penguatan industri manufaktur berorientasi ekspor berjalan seiring kinerja perdagangan Indonesia. Pada Januari-Agustus 2026, nilai ekspor manufaktur mencapai 94,01 miliar dollar AS, naik 7,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, nilai impor tercatat 117,89 miliar dollar AS atau tumbuh 16,22 persen secara tahunan. Tiongkok menjadi tujuan ekspor utama dengan pangsa 21,17 persen, disusul Amerika Serikat 16,52 persen, Jepang 5,70 persen, India 5,29 persen, dan Vietnam 4,34 persen.

Bagi pelaku usaha, gelaran ini menjadi jalur cepat untuk mengecek kelayakan pemanfaatan fasilitas Kawasan Berikat sebelum mengajukan penetapan ke DJBC. Kemendag menempatkan paviliun tersebut sebagai simpul sinergi pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat investasi serta daya saing manufaktur nasional, sejalan dengan tema "Indonesia Bonded Zone Pavilion: Moving Toward Producing Competitive Products for the Global Market".

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: industry.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks