Pencarian

Mentega untuk MPASI Bayi: Manfaat dan Batas Aman Pemberiannya

Selasa, 13 Oktober 2026 • 11:18:01 WIB
Mentega untuk MPASI Bayi: Manfaat dan Batas Aman Pemberiannya
Mentega dapat menjadi salah satu sumber lemak tambahan dalam MPASI bayi.

BALI — Lemak menyumbang sekitar 50 persen total kalori dalam ASI dan susu formula, sehingga bayi usia 0-6 bulan butuh sekitar 31 gram lemak per hari. Mentega bisa jadi salah satu sumber lemak untuk MPASI, tapi berapa banyak yang aman dan kapan sebaiknya dibatasi? Simak panduannya berikut.

Sejak bayi mulai makan makanan pendamping ASI di usia 6 bulan, kebutuhan lemaknya tidak lagi hanya bergantung pada ASI atau susu formula. Banyak ibu lantas mencari sumber lemak tambahan yang praktis, dan mentega sering masuk daftar pilihan.

Mentega adalah produk olahan susu yang dibuat dengan mengocok krim atau susu sapi. Kandungan lemaknya mencapai 80 persen atau lebih, sehingga wajar jika dianggap bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil.

Mengapa Bayi Butuh Lemak dalam Jumlah Cukup

Lemak adalah sumber energi utama bagi bayi yang mendapat ASI eksklusif pada usia 0 hingga 6 bulan. Angka kecukupan asupan lemak untuk kelompok usia ini sekitar 31 gram per hari, atau kira-kira 55 persen dari total kalori.

Amy Reed, ahli gizi terdaftar di Cincinnati sekaligus juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, menyebut tingginya porsi lemak dalam asupan bayi. "Lemak menyumbang sekitar 50 persen dari total kalori dalam kedua jenis asupan tersebut," ujarnya, mengacu pada ASI dan susu formula.

Peran lemak tidak berhenti pada energi. Berbagai penelitian selama beberapa dekade menunjukkan lemak berperan penting dalam perkembangan saraf dan fungsi otak bayi.

Bolehkah Mentega Diberikan sebagai Tambahan MPASI?

Menurut Dr. Molly O'Shea, dokter spesialis anak di Bloomfield, Michigan, sekaligus juru bicara American Academy of Pediatrics, mentega boleh saja ditambahkan ke MPASI asal tidak berlebihan.

"Mentega perlu dipandang sama seperti makanan lainnya dan harus diseimbangkan dengan berbagai nutrisi lain yang dibutuhkan anak," ujar O'Shea.

Bridget Kiernan, dokter spesialis gastroenterologi anak di NYU Langone Health, menambahkan bahwa makanan hewani termasuk mentega dari susu sapi yang diberi makan rumput aman bagi bayi dalam jumlah wajar.

Kiernan menyarankan komposisi makan yang seimbang, terdiri dari 30 persen protein, 30 persen lemak, dan 30 persen karbohidrat, ditambah serat dan produk susu. Panduan American Academy of Pediatrics sendiri menetapkan kisaran asupan lemak yang dapat diterima untuk anak usia 1 hingga 3 tahun adalah 30 persen hingga 40 persen dari total kalori harian.

Manfaat Mentega untuk Si Kecil

Kandungan lemak dalam mentega membuat perut bayi terasa kenyang lebih lama. Kandungan kalorinya yang tinggi juga bisa membantu anak yang perlu menambah berat badan, meski kondisi ini jarang dialami bayi. Jika Ibu khawatir soal berat badan Si Kecil, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menambah kalori.

Mentega juga sumber vitamin yang jarang disadari. Menurut data USDA, satu sendok makan mentega mengandung 400 IU vitamin A, plus sejumlah kecil vitamin D, vitamin E, vitamin B12, dan vitamin K2.

Berapa Banyak yang Aman per Porsi?

Reed biasanya menyarankan setengah hingga satu sendok teh lemak cair yang dicampurkan ke makanan yang dihaluskan. Seiring bertambahnya usia anak, Ibu bisa menuangkan sedikit minyak atau mentega cair di atas sayuran yang sudah dimasak.

Yang perlu diingat, tidak ada batasan jumlah lemak jenuh untuk bayi usia enam bulan hingga dua tahun. Alasannya, lemak masih dibutuhkan untuk perkembangan otak dan pertumbuhan pada rentang usia tersebut.

Setelah anak menginjak dua tahun, barulah asupan lemak jenuh sebaiknya mulai dikurangi. "Pola makan pada usia tersebut dapat berdampak jangka panjang terhadap risiko penyakit kronis tertentu yang kita jumpai," kata Reed.

Alasannya, pertumbuhan bayi tidak lagi sepesat saat berusia 0 hingga 2 tahun. Kebutuhan lemaknya pun tidak lagi setinggi ketika masih lebih muda.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter

Mentega bukan bahan yang harus dihindari sepenuhnya dari menu Si Kecil. Namun, jangan jadikan mentega sebagai sumber lemak utama. Padukan dengan beragam makanan bergizi lain agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi.

Segera tanyakan ke dokter anak jika Si Kecil sulit naik berat badan, menunjukkan reaksi alergi setelah makan produk susu, atau Ibu bingung menyusun komposisi makan yang seimbang untuk usianya. Setiap anak punya kebutuhan berbeda, dan dokter bisa memberi panduan yang lebih sesuai dengan kondisinya.

Kunci pemberian mentega untuk MPASI ada pada porsi dan keseimbangan. Setengah sampai satu sendok teh per sajian sudah cukup, selama menu harian Si Kecil tetap berisi protein, karbohidrat, sayur, dan buah.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks