Pencarian

131 Pelaku Usaha Lokal di Badung Ikut Pasar Rakyat "Berbelanja dan Berbagi", 100 Warga Prasejahtera Terima Bantuan Pangan

Senin, 12 Oktober 2026 • 16:16:01 WIB
131 Pelaku Usaha Lokal di Badung Ikut Pasar Rakyat
Warga meninjau produk yang dijajakan pada Pasar Rakyat "Berbelanja dan Berbagi" ke-8 Tahun 2026 di Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Badung.

BADUNG — Sebanyak 131 pelaku usaha lokal mengikuti Pasar Rakyat "Berbelanja dan Berbagi" ke-8 Tahun 2026 yang digelar di area Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Badung. Peserta terdiri dari 39 pelaku UMKM, 28 produsen produk pertanian dan pangan olahan, serta 64 pelaku usaha kuliner. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi Tim Penggerak PKK Provinsi Bali dan TP PKK Kabupaten Badung.

Selain menjadi ajang pemasaran produk lokal, pasar rakyat tersebut menyalurkan bantuan sosial pangan kepada 100 warga prasejahtera. Bantuan tersebar di enam wilayah, dengan rincian 30 warga Desa Darmasaba, 30 warga Kelurahan Sempidi, 27 warga Kelurahan Kapal, tujuh warga Kelurahan Dalung, tiga warga Desa Kuwum, dan tiga warga Kelurahan Kerobokan Kaja.

Siapa Saja yang Hadir dalam Pasar Rakyat Badung?

Acara dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I.B. Surya Suamba. Turut hadir jajaran Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Bali serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung.

Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa, menyebut kegiatan ini bukan sekadar tempat transaksi jual beli. Menurutnya, pasar rakyat menjadi wadah memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

"Ini bukan sekadar ruang transaksi jual-beli, tetapi kepedulian sosial melalui penyaluran bantuan untuk masyarakat," ujarnya.

Bagaimana Pola Pemasaran Pelaku Usaha Lokal di Pasar Rakyat?

Kehadiran 131 pelaku usaha memberi kesempatan memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat. Pola pemasaran ini diharapkan memperpendek rantai distribusi sehingga produsen lokal memperoleh manfaat ekonomi lebih besar. Produk yang dijajakan mencakup olahan UMKM, hasil pertanian, pangan olahan, hingga kuliner khas daerah.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Koster, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menegaskan gerakan "Berbelanja dan Berbagi" merupakan komitmen berkelanjutan yang diinisiasi sejak periode kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster.

"Konsep 'Berbelanja dan Berbagi' mengandung makna yang sangat dalam. Berbelanja produk lokal berarti kita menghargai karya anak bangsa dan menjaga kelestarian budaya. Sementara berbagi adalah wujud kemanusiaan yang luhur. Kesejahteraan tercipta saat kita saling menguatkan; yang mampu membantu yang kurang mampu, dan yang dibantu didorong untuk semakin mandiri," ujarnya.

Apa Dampak Jangka Panjang bagi UMKM Badung?

Kolaborasi TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK Kabupaten Badung diharapkan memperluas pemasaran produk lokal dan memperkuat daya saing UMKM. Pasar rakyat ini juga dinilai tidak hanya memberi manfaat jangka pendek melalui bantuan sosial, tetapi turut mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Pemerataan kesejahteraan di Kabupaten Badung maupun Bali secara umum menjadi sasaran jangka panjang kegiatan ini. Bagi warga penerima bantuan, penyaluran pangan menjadi bantalan sementara; bagi pelaku usaha, ajang ini membuka akses pasar yang lebih dekat ke konsumen.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: barometerbali.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks