Pencarian

Pemerintah Buka Lahan Baru demi E20, Butuh 1 Juta Hektare untuk Tebu

Rabu, 07 Oktober 2026 • 08:47:32 WIB
Pemerintah Buka Lahan Baru demi E20, Butuh 1 Juta Hektare untuk Tebu
Pemerintah menyiapkan lahan baru seluas 1 juta hingga 2 juta hektare untuk mendukung program bahan bakar hijau E20.

BALI — Pemerintah menyiapkan pembukaan lahan baru seluas 1 juta hingga 2 juta hektare guna memenuhi kebutuhan bahan baku program campuran BBM hijau E20. Lahan terbesar dialokasikan untuk tebu, disusul singkong dan jagung, dengan skema pembiayaan yang masih dihitung antara BUMN dan swasta.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pembukaan kebun baru tidak bisa dihindari karena pasokan tebu domestik belum mencukupi. Ia menyampaikan hal itu usai menghadiri acara di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Menurut Zulhas, bahan baku etanol tidak terbatas pada tebu. Singkong dan komoditas lain juga bisa dipakai untuk memproduksi campuran bahan bakar nabati tersebut.

Kebutuhan Lahan Terbesar Ada di Tebu

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyiapkan rencana pengembangan lahan untuk tiga komoditas utama: tebu, singkong, dan jagung. Tahap awal dilakukan secara bertahap, dengan tebu menempati porsi terbesar.

  • Tebu: sekitar 1 juta hektare
  • Singkong dan jagung: bagian dari total 1 juta-2 juta hektare yang disiapkan
  • Dukungan alat dan mesin pertanian disiapkan untuk percepatan penanaman
  • Uji coba penanaman jagung dilakukan di sejumlah daerah

Pemerintah menargetkan perluasan ini menopang produksi gula sekaligus etanol dalam satu rantai pasok. Amran menyebut kebutuhan lahan terbesar memang jatuh ke tebu karena fungsinya ganda.

Skema Pembiayaan: 30 Persen BUMN, 70 Persen Swasta

Amran masih menghitung komposisi pembiayaan pembangunan pabrik etanol. Pemerintah memprioritaskan kemampuan BUMN lebih dulu, lalu membuka sisa kebutuhan kepada swasta.

"Anggarannya mungkin 30 persen dari BUMN, 70 persen dari swasta dan pasti swasta mau karena tanahnya disiapkan oleh negara," ujar Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan.

Skema itu menempatkan negara sebagai penyedia lahan, sementara investasi pabrik dan pengolahan diserahkan sebagian besar ke sektor swasta. Pemerintah berharap kombinasi ini mempercepat realisasi produksi etanol tanpa membebani anggaran negara sepenuhnya.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha dan Pasar Energi

Program E20 menuntut kesiapan pasokan bahan baku dalam volume besar dan berkelanjutan. Pembukaan lahan baru berarti kebutuhan benih, pupuk, alat berat, serta pendanaan jangka panjang ikut meningkat.

Bagi investor, sinyal ini membuka peluang di sektor agribisnis, perkebunan tebu, dan industri pengolahan etanol. Namun realisasinya bergantung pada kecepatan pembebasan lahan, kesiapan infrastruktur, dan kepastian harga beli bahan baku dari pemerintah.

Zulhas menegaskan fokus saat ini adalah menyiapkan kebun baru terlebih dahulu. "Kalau sekarang kan kurang kan, jadi kalau kita mau tebu ya harus buka kebun baru," ujarnya.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks