Pemerintah Kota Denpasar menerima dukungan revitalisasi untuk 26 sekolah pada 2026 dengan total anggaran Rp18,891 miliar dari pemerintah pusat. Jumlah sekolah dan pagu anggaran itu meningkat dibanding 2025 yang hanya mencakup sembilan sekolah dengan anggaran Rp6,139 miliar. Kepastian program diperoleh setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti meninjau revitalisasi SD Negeri 15 Dangin Puri, Jumat.
DENPASAR — Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyatakan pihaknya telah menyampaikan berbagai format dan persyaratan yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program revitalisasi sekolah kepada pemerintah pusat. Menurutnya, kelengkapan dokumen itu menjadi salah satu syarat agar bantuan bisa segera dieksekusi di lapangan.
Khusus SD Negeri 15 Dangin Puri, sekolah tersebut menerima bantuan revitalisasi sekitar Rp478 juta. Dana itu digunakan untuk memperbaiki empat ruang kelas, menata halaman, serta membenahi sejumlah fasilitas kamar mandi.
Anggaran Naik Tiga Kali Lipat dalam Setahun
Lompatan pagu anggaran di Kota Denpasar sejalan dengan tren di tingkat provinsi. Sebanyak 401 sekolah di berbagai jenjang pendidikan di Bali mendapatkan bantuan revitalisasi pada 2026 dengan total anggaran mencapai Rp272,66 miliar.
Kenaikan serupa terlihat dari sisi tenaga kerja yang terserap. Pada 2025, pelaksanaan revitalisasi sekolah di Bali menyerap 2.649 tenaga kerja. Jumlah itu meningkat menjadi 5.580 tenaga kerja pada 2026.
Mendikdasmen: Revitalisasi Ikut Dorong Serapan Kerja Daerah
Abdul Mu'ti menegaskan program revitalisasi tidak hanya menyasar mutu bangunan sekolah. Ia menyebut dampaknya merembet ke lapangan kerja di daerah.
"Ini menunjukkan bahwa revitalisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu satuan pendidikan, tapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di daerah," kata Abdul Mu'ti.
Pemerintah, lanjutnya, melakukan pembangunan dan perbaikan satuan pendidikan secara bertahap berdasarkan skala prioritas. Sekolah dengan kerusakan berat menjadi yang pertama ditangani.
Target Nasional: Semua Sekolah Rampung Akhir 2028
Pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia dapat diperbaiki pada akhir 2028. Tenggat itu menjadi acuan bagi daerah untuk mengajukan usulan dan menyiapkan dokumen pendukung setiap tahun.
Jaya Negara mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Denpasar. Menurut dia, bantuan tersebut membantu pemerintah daerah mempercepat perbaikan fasilitas sekolah.
"Terima kasih untuk perhatian yang diberikan kepada Kota Denpasar. Kami berharap peningkatan sarana pendidikan ini dapat juga menunjang program pendidikan di Kota Denpasar," ujar Jaya Negara.
Pemkot Denpasar berharap peningkatan dukungan revitalisasi tersebut dapat memperkuat kualitas fasilitas pendidikan. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan mutu pendidikan di daerah ikut terdorong.