BALI — Suahasil Nazara resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (14/9), menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pelantikan merujuk Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026. Suahasil bukan nama baru di Kementerian Keuangan, ia menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019, melintasi era Joko Widodo sampai Prabowo.
Empat Mobil Hasil Sendiri Senilai Rp 1,228 Miliar
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Suahasil pada 27 Februari 2026 — saat masih menjabat wakil menteri — tercatat empat mobil. Semuanya berstatus hasil sendiri.
- Toyota Camry Sedan 2013 — Rp 160 juta
- Honda Jazz Sedan 2019 — Rp 220 juta
- Honda HR-V 2022 — Rp 330 juta
- Toyota Alphard 2019 — Rp 518 juta
Tidak ada sepeda motor dalam daftar kendaraan Suahasil. Total nilai keempat mobil itu Rp 1,228 miliar.
Alphard Jadi Kendaraan Termahal, HR-V Paling Baru
Dari sisi usia, Honda HR-V tahun 2022 adalah unit termuda di garasi Suahasil. Nilainya Rp 330 juta, di bawah Alphard 2019 yang justru lebih tua tapi dibanderol Rp 518 juta.
Dua unit lain, Camry 2013 dan Jazz 2019, menempati posisi nilai paling rendah. Camry jadi kendaraan tertua sekaligus termurah dalam koleksi, Rp 160 juta.
Purbaya Punya 6 Kendaraan, Nilainya Rp 3,606 Miliar
Purbaya Yudhi Sadewa, yang dicopot dari kursi Menkeu pada hari yang sama, tercatat memiliki enam kendaraan dengan total Rp 3,606 miliar. Datanya juga berasal dari LHKPN yang sama-sama disampaikan 27 Februari 2026.
- Mercedes-Benz Sedan 2008 — Rp 200 juta
- BMW SUV 2019 — Rp 1,6 miliar
- Toyota Alphard Minibus 2019 — Rp 1 miliar
- Peugeot 5008 SUV 2019 — Rp 730 juta
- Yamaha XMAX 2018 — Rp 55 juta
- Honda Vario 125 2021 — Rp 21 juta
Dua kendaraan roda dua itu tidak dimiliki Suahasil. BMW SUV 2019 milik Purbaya menjadi kendaraan paling mahal di antara seluruh unit yang tercatat di dua LHKPN tersebut, Rp 1,6 miliar.
Harta Total Suahasil Justru Lebih Besar
Meski koleksi kendaraannya kalah, total harta Suahasil tercatat Rp 138,1 miliar. Angka itu di atas total harta Purbaya yang sebesar Rp 57,4 miliar.
Artinya nilai kendaraan bukan penentu utama besaran kekayaan kedua pejabat Kementerian Keuangan tersebut. Selisih total harta keduanya mencapai Rp 80,7 miliar.