Pencarian

Pemkab Badung Siapkan Jalur Khusus Trem Kuta-Canggu, Bupati Sebut Kunci Pemerataan Ekonomi Bali

Kamis, 06 Agustus 2026 • 12:26:31 WIB
Pemkab Badung Siapkan Jalur Khusus Trem Kuta-Canggu, Bupati Sebut Kunci Pemerataan Ekonomi Bali
Pemkab Badung menyiapkan jalur khusus trem Kuta-Canggu sebagai bagian dari pelebaran jalan hingga 24 meter.

BADUNG — Rencana pembangunan trem Kuta-Canggu di Kabupaten Badung, Bali, memasuki tahap perencanaan infrastruktur pendukung. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan bahwa moda transportasi massal ini tidak akan berbagi jalan dengan kendaraan lain, melainkan melaju di jalur khusus yang tengah disiapkan pemerintah daerah.

Kebijakan ini diambil setelah melalui pembelajaran dari sejumlah kota besar. Menurut Adi Arnawa, moda transportasi publik tanpa jalur khusus dipastikan akan gagal karena tetap terjebak kemacetan.

Konsep Jalan 24 Meter dengan Median dan Trotoar

Untuk mengakomodasi jalur khusus tersebut, Pemkab Badung merancang pelebaran jalan utama hingga total lebar 24 meter. Detail pembagiannya mencakup median selebar 1 meter, trotoar 2 meter di sisi kiri-kanan, serta pemenuhan Garis Sempadan Bangunan (GSB) selebar 3 meter.

"Kalau kita membuat moda transportasi publik tanpa membuat jalur khusus itu gagal. Pembelajaran saya, kalau ini sudah jadi jalan 24 meter saya ambil median 1 meter, lalu 2 meter kiri-kanan untuk trotoar, dan GSB berlaku lagi 3 meter," jelas Adi Arnawa dalam keterangan yang diterima, Rabu (5/8/2026).

Stasiun Terpadu untuk Pengguna Mobil Pribadi

Selain menyiapkan badan jalan, pemerintah kabupaten juga merancang konsep park and ride. Rencananya, stasiun terpadu akan dibangun di sejumlah titik strategis sebagai pusat integrasi.

Keberadaan sentral parkir ini difungsikan agar pengguna kendaraan pribadi dapat meninggalkan kendaraannya dan berpindah ke moda trem untuk menuju lokasi tujuan. Dengan begitu, volume kendaraan bermotor di kawasan wisata Kuta hingga Canggu diharapkan berkurang signifikan.

Konektivitas Jadi Rumus Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pembangunan infrastruktur berbasis rel ini dinilai sebagai solusi utama memecahkan ketimpangan pembangunan. Adi Arnawa menyebut sistem konektivitas terintegrasi mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara lebih merata hingga ke pelosok daerah.

"Satu daerah itu akan berkembang ketika ada konektivitas dengan daerah yang sudah berkembang, itu rumus. Bayangkan seorang yang dari Klungkung, dia bisa tinggal di Klungkung, uang yang didapat di Denpasar belanjanya di Klungkung sehingga ekonominya berjalan," ujar Adi Arnawa.

"Untuk Bali ini, di samping tol, yang prioritas adalah membangun konektivitas kereta api antarkota karena ini jauh akan lebih efektif. Sehingga, orang yang dari mana saja, mau kerja di Badung atau Denpasar, tinggal di Denpasar, yang penting komuter," tambahnya saat bertemu dengan direksi PT KAI.

Rencana ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengembangkan transportasi publik massal yang tidak hanya melayani wisatawan, tetapi juga mobilitas harian pekerja lokal. Kehadiran trem diharapkan menjadi tulang punggung baru pergerakan ekonomi masyarakat Bali bagian selatan.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks