BALI — Memilih kota untuk menyekolahkan anak di luar negeri bukan sekadar soal nama kampus. Survei QS Best Student Cities 2027 menilai 150 kota di 59 sistem pendidikan tinggi dari enam faktor, mulai dari kualitas universitas hingga keterjangkauan biaya hidup. Berikut sepuluh kota yang masuk peringkat teratas, lengkap dengan alasan mengapa layak dipertimbangkan.
Seoul kembali mengunci posisi puncak daftar QS Best Student Cities 2027. Kota ini meraih skor sempurna 100 persen untuk kategori peringkat universitas, sebuah capaian yang menunjukkan kepadatan institusi pendidikan tinggi berkualitas di sana.
Pemeringkatan yang dirilis lembaga Quacquarelli Symonds (QS) ini melibatkan 150 kota dari 59 sistem pendidikan tinggi. Penilaiannya bertumpu pada enam faktor: kualitas universitas, aktivitas pemberi kerja, keterjangkauan, campuran mahasiswa, daya tarik, dan pengalaman mahasiswa.
1. Seoul, Korea Selatan
Bukan kali pertama Seoul menduduki peringkat teratas. Tahun sebelumnya kota ini juga menempati posisi yang sama. Selain kekuatan akademiknya, Seoul dikenal sebagai tujuan utama perusahaan global yang mencari lulusan baru di bidang teknologi, keuangan, dan industri kreatif.
Dibandingkan kota besar dunia lain, biaya hidup di Seoul tergolong masih terjangkau untuk ukuran mahasiswa.
2. Tokyo, Jepang
Tokyo menempati peringkat kedua dengan keunggulan pada aktivitas pemberi kerja. Faktor ini mengukur seberapa besar kepercayaan perekrut terhadap lulusan perguruan tinggi setempat, sekaligus ketersediaan lapangan kerja bagi lulusan baru.
Keamanan yang baik dan tingkat polusi rendah membuat Tokyo unggul pula dalam faktor daya tarik. Lingkungan seperti ini yang membuat banyak pelajar tertarik menempuh pendidikan di sana.
3. London, Inggris
Kampus-kampus bereputasi tinggi membuat London meraih skor teratas dalam QS World University Rankings. Kota ini juga menjadi incaran perekrut kerja karena banyak lulusannya dinilai punya keahlian sesuai standar industri.
Skor London semakin kuat berkat faktor pengalaman mahasiswa, yang mengukur kepuasan pribadi selama berkuliah dan persentase mahasiswa yang ingin menetap setelah lulus.
4. Melbourne, Australia
Keunggulan Melbourne terletak pada kombinasi mahasiswa, yaitu proporsi mahasiswa dibanding total populasi kota. Keragaman budaya dari banyaknya mahasiswa internasional turut menyumbang skor tinggi bagi kota ini.
Daya tarik lingkungan Melbourne menambah alasan mengapa pelajar dari berbagai negara berminat kuliah di sana.
5. Sydney, Australia
Tahun 2027 menjadi pertama kalinya Sydney masuk lima besar, dengan skor setara Munich, Jerman. Prestasi ini diraih berkat peringkat universitas yang kuat dan performa institusi akademik kelas dunia.
Lokasinya di Samudra Pasifik, populasi mahasiswa internasional yang beragam, serta jarak yang dekat ke kota-kota besar Australia dan Asia Pasifik menjadikan Sydney pilihan strategis.
6. Munich, Jerman
Munich menonjol pada aspek pengalaman mahasiswa. Kota ini kerap dipuji karena kualitas hidup yang tinggi, transportasi publik yang tertata, dan suasana yang ramah bagi pelajar asing.
Kombinasi kampus teknik ternama dan industri yang kuat membuat Munich tetap jadi tujuan favorit di Eropa.
7. Zurich, Swiss
Zurich konsisten masuk jajaran atas berkat reputasi universitas dan standar hidup yang tinggi. Kota ini menjadi rumah bagi institusi teknik dan sains yang diakui dunia.
Meski biaya hidup relatif mahal, tingkat keamanan dan kualitas lingkungan menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga yang mempertimbangkan pendidikan jangka panjang.
8. Boston, Amerika Serikat
Boston dikenal sebagai kota pelajar dengan konsentrasi kampus terpadat di Amerika Serikat. Faktor peringkat universitas dan aktivitas pemberi kerja menjadi kekuatan utamanya.
Banyak perusahaan teknologi, kesehatan, dan keuangan membuka jalur rekrutmen bagi lulusan kampus-kampus di kota ini.
9. Toronto, Kanada
Toronto unggul dalam keragaman mahasiswa internasional dan keterjangkauan relatif dibanding kota besar Amerika Serikat. Kebijakan imigrasi Kanada yang ramah bagi lulusan asing menjadi nilai tambah.
Kota ini juga punya lingkungan multikultural yang memudahkan anak beradaptasi dengan budaya baru.
10. Singapura
Singapura menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara dalam daftar ini. Kualitas universitas, keamanan, dan kedekatan jarak dengan Indonesia membuatnya praktis bagi keluarga yang ingin tetap mudah menjenguk anak.
Biaya hidup memang tinggi, tetapi konektivitas dan peluang kerja di sektor keuangan serta teknologi menjadi kompensasinya.
Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih
Peringkat kota bukan satu-satunya patokan. Sesuaikan pilihan dengan jurusan yang diminati anak, kemampuan biaya keluarga, dan kesiapan anak hidup jauh dari rumah.
Untuk anak usia sekolah menengah, pertimbangkan pula ketersediaan sekolah internasional, dukungan komunitas Indonesia setempat, serta jarak penerbangan agar komunikasi tetap terjaga.
Sepuluh kota di atas menawarkan kombinasi pendidikan berkualitas dan lingkungan yang mendukung. Diskusikan bersama anak sejak awal supaya keputusan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan belajarnya, bukan sekadar mengejar nama besar kotanya.