Pencarian

Petani Sumatera hingga Banten Rasakan Harga Sawit Mulai Naik, Mentan Amran Diminta Kawal Pemulihan

Senin, 08 Juni 2026 • 19:08:01 WIB
Petani Sumatera hingga Banten Rasakan Harga Sawit Mulai Naik, Mentan Amran Diminta Kawal Pemulihan
Petani di Sumatera Utara melaporkan kenaikan harga tandan buah segar sawit pasca-rapat koordinasi Kementan.

BALI — Langkah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan sawit dalam rapat koordinasi di Jakarta, Senin (8/6), mulai membuahkan hasil. Petani di sejumlah daerah melaporkan harga TBS perlahan merangkak naik setelah sempat anjlok drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Harga Naik Rp200–Rp700 per Kilogram, Petani Sumut Puji Sikap Mentan

Ardiansyah Saragih, petani asal Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, mengaku optimistis setelah mendengar paparan Mentan mengenai kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) global dan penguatan dolar AS. "Harga sawit memang sempat turun sangat dalam, tetapi sekarang mulai naik kembali. Kami berharap hasil rapat ini membuat harga kembali ke posisi semula bahkan lebih baik lagi," katanya.

Menurut Ardiansyah, sikap Mentan yang pro-petani kecil menjadi faktor utama kembalinya kepercayaan petani. "Terima kasih Bapak Menteri Pertanian yang sudah membela kami masyarakat petani kecil," ujarnya.

Petani Sumsel dan Lampung: Harga Mulai Layak, Tapi Tengkulak Masih Jadi Masalah

Di Sumatera Selatan, petani bernama Septriadi menyebut harga TBS yang mengacu standar Dinas Perkebunan masih layak, yakni sekitar Rp3.499 per kilogram untuk sawit umur lima tahun. Namun ia menyoroti petani yang tidak terikat mitra perusahaan terpaksa menjual ke tengkulak dengan harga jauh lebih rendah. "Kami berharap harga bisa kembali normal seperti sebelumnya," harapnya.

Sementara di Lampung Tengah, Hulibarawan melaporkan harga TBS kini mencapai Rp3.200 per kilogram, mendekati harga acuan provinsi Rp3.350 per kilogram. "Kami sudah cukup nyaman. Tapi kami berharap harga tetap distabilkan karena beberapa waktu lalu sempat turun mendadak hampir Rp1.000 per kilogram," ungkapnya.

Banten Masih Tertinggal, Petani Minta Pemulihan Berlanjut

Kondisi berbeda terjadi di Banten. Aryadi, petani asal Kabupaten Pandeglang, mengatakan harga TBS di tingkat pabrik masih di kisaran Rp2.500 per kilogram. Pendapatan petani masih tergerus biaya panen dan angkut. Namun setelah ada gerakan dari Kementan yang mengingatkan perusahaan sawit untuk menaikkan harga, situasi perlahan membaik. "Harapan kami ke depan harganya semakin membaik seperti provinsi lain," tuturnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus mengawal pemulihan harga TBS. "Kita ingin membangun ekosistem sawit yang sehat. Petani sejahtera, pengusaha juga sejahtera. Tidak boleh ada yang dirugikan," tegas Amran dalam rapat yang juga dihadiri asosiasi sawit, pelaku usaha, eksportir, Satgas Pangan Polri, dan perwakilan pemerintah daerah.

Para petani berharap pengawasan terhadap rantai perdagangan sawit diperketat agar harga yang mereka terima mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya, bukan malah dinikmati tengkulak atau spekulan.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks