DENPASAR — Rangkaian peringatan Bulan Bung Karno (BBK) tahun 2026 resmi dibuka pada Senin (1/6) malam di Denpasar. Gubernur Bali Wayan Koster memimpin langsung acara yang sudah memasuki tahun kedelapan penyelenggaraannya itu.
Namun, pantauan di lapangan, sejumlah wakil kepala daerah dari kabupaten dan kota se-Bali tidak terlihat hadir dalam upacara pembukaan. Koster pun melontarkan kritik terbuka di hadapan peserta upacara.
Gubernur Soroti Ketidakhadiran Wakil Kepala Daerah
"Yang lain tidak jelas," ujar Koster dalam sambutannya, Senin malam. Ia menyayangkan absennya para pejabat daerah yang seharusnya hadir dalam momentum peringatan Proklamator RI tersebut.
Menurut Koster, Bulan Bung Karno bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari penguatan ideologi Pancasila dan nasionalisme di Bali. Ia menekankan bahwa kehadiran kepala daerah dalam setiap rangkaian acara adalah bentuk komitmen terhadap nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno.
BBK 2026: Agenda Nasionalisme dan Kebudayaan
Peringatan BBK tahun ini mengusung tema yang menekankan persatuan dan semangat gotong royong. Rangkaian acara direncanakan berlangsung sepanjang Juni 2026 dengan berbagai kegiatan, mulai dari diskusi kebangsaan hingga pentas seni budaya.
Sejak pertama kali digelar pada 2019, BBK menjadi agenda tahunan yang digagas langsung oleh Pemprov Bali. Acara ini biasanya dihadiri oleh pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan elemen pemuda dari seluruh Bali.
Fakta Singkat Bulan Bung Karno 2026
- Penyelenggaraan kedelapan sejak Gubernur Wayan Koster menjabat
- Dibuka pada Senin (1/6) malam di Denpasar
- Sejumlah wakil kepala daerah kabupaten/kota tidak hadir
- Rangkaian acara berlangsung sepanjang Juni 2026
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekretariat daerah terkait daftar hadir para pejabat dalam acara tersebut. Pemprov Bali juga belum merilis jadwal detail kegiatan BBK selanjutnya.