DENPASAR — Karnaval Pancasila kembali digelar di Kota Denpasar, menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan (Rumah KAKEK) ini menjadi ajang perayaan Hari Lahir Pancasila dengan balutan seni dan budaya Nusantara.
Ribuan Peserta dari Berbagai Daerah Meriahkan Karnaval
Karnaval tahun ini diikuti oleh sekitar 3.000 peserta yang berasal dari komunitas seni, sanggar tari, dan kelompok budaya lintas provinsi. Mereka menampilkan kostum tradisional khas daerah masing-masing, mulai dari Aceh hingga Papua.
Pawai dimulai dari Lapangan Puputan Badung dan berakhir di Taman Budaya Denpasar. Sepanjang rute, warga dan wisatawan antusias menyaksikan pertunjukan seni yang dihadirkan oleh para peserta.
Misi Memperkuat Kebhinekaan Lewat Seni Budaya
Ketua Yayasan Rumah KAKEK, I Wayan Suardika, mengatakan karnaval ini bukan sekadar perayaan seremonial. Menurutnya, seni budaya menjadi medium paling efektif untuk menyampaikan pesan persatuan di tengah keberagaman.
"Kami ingin Pancasila tidak hanya dihafal, tetapi dirayakan dan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui ekspresi seni," ujar Wayan di sela-sela acara.
Fakta Singkat Karnaval Pancasila 2024
- Diikuti sekitar 3.000 peserta dari 15 provinsi
- Menampilkan 50 kostum tradisional Nusantara
- Rute pawai sepanjang 3 kilometer di pusat Kota Denpasar
Antusiasme Warga dan Wisatawan Sepanjang Rute
Warga Denpasar, Made Sari, mengaku sengaja datang sejak pagi untuk menyaksikan karnaval. Ia membawa ketiga anaknya agar mereka mengenal keberagaman budaya Indonesia sejak dini.
"Anak-anak jadi tahu pakaian adat dari berbagai daerah. Ini lebih mengena daripada sekadar pelajaran di sekolah," kata Made.
Wisatawan asing yang kebetulan melintas juga ikut berhenti dan mengabadikan momen. Beberapa di antarata bahkan bergabung menari bersama peserta karnaval di sepanjang jalan.
Karnaval Jadi Agenda Tahunan Rumah KAKEK
Yayasan Rumah KAKEK berencana menjadikan Karnaval Pancasila sebagai agenda tahunan yang terus diperluas. Ke depan, mereka menargetkan partisipasi dari lebih banyak komunitas diaspora Indonesia di luar negeri.
"Kami ingin Pancasila dikenal tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga menjadi identitas bangsa yang dibanggakan di kancah global," pungkas Wayan.