Pencarian

Proyek PSEL Denpasar Raya di Benoa Mulai Diurug TNI AD, Groundbreaking Dijadwalkan 8 Juli 2026

Kamis, 28 Mei 2026 • 12:45:13 WIB
Proyek PSEL Denpasar Raya di Benoa Mulai Diurug TNI AD, Groundbreaking Dijadwalkan 8 Juli 2026
Personel TNI AD melakukan pengurugan lahan untuk proyek PSEL Denpasar Raya di Benoa.

DENPASAR — Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Denpasar Raya yang berlokasi di kawasan Benoa resmi memasuki tahap pengurugan lahan. Pekerjaan ini melibatkan personel dari TNI Angkatan Darat untuk mempercepat proses persiapan lahan sebelum konstruksi utama dimulai.

Groundbreaking proyek infrastruktur pengelolaan sampah ini dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli 2026. PSEL Denpasar Raya digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan sampah yang kerap melanda kawasan Sarbagita — wilayah metropolitan yang mencakup Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan.

Mengapa PSEL Menjadi Solusi Krusial untuk Sarbagita?

Volume sampah harian di wilayah Sarbagita terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas pariwisata. Selama ini, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional mengalami tekanan kapasitas yang serius, sehingga pemkot dan pemkab setempat mencari alternatif pengelolaan yang lebih modern dan berkelanjutan.

PSEL Denpasar Raya dirancang untuk mengolah sampah menjadi energi listrik. Teknologi ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang harus ditimbun di TPA secara signifikan, tetapi juga menghasilkan energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan publik.

Peran TNI AD dalam Tahap Awal Proyek

Pelibatan TNI AD dalam proses pengurugan lahan menunjukkan dukungan penuh aparat keamanan terhadap proyek strategis daerah. Personel dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan urugan tanah agar lahan siap menerima konstruksi utama tepat waktu.

Penggunaan personel TNI dalam proyek infrastruktur seperti ini bukanlah hal baru di Indonesia. Kolaborasi sipil-militer kerap dilakukan untuk proyek-proyek yang memiliki urgensi tinggi dan dampak luas bagi masyarakat.

Jadwal dan Target Operasional

Setelah proses pengurugan rampung, tahapan selanjutnya adalah persiapan konstruksi yang akan ditandai dengan seremoni groundbreaking pada 8 Juli 2026. Pemerintah daerah menargetkan PSEL Denpasar Raya dapat beroperasi penuh dalam beberapa tahun ke depan, sesuai dengan standar teknis dan lingkungan yang ketat.

Proyek ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada TPA konvensional sekaligus menyediakan pasokan listrik tambahan untuk jaringan PLN di Bali. Keberhasilan PSEL Denpasar Raya juga diproyeksikan menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia yang menghadapi masalah sampah serupa.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Pemkot Denpasar dan kontraktor pelaksana masih terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan setiap tahapan proyek berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Bagikan
Sumber: radarbali.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks