Pencarian

Rupiah Tembus Rp 17.724 per Dolar AS, Level Terlemah Sepanjang Sejarah Terbentuk

Selasa, 19 Mei 2026 • 10:48:01 WIB
Rupiah Tembus Rp 17.724 per Dolar AS, Level Terlemah Sepanjang Sejarah Terbentuk
Rupiah mencapai level terendah sepanjang sejarah di Rp 17.724 per dolar AS.

BALI — Sepanjang tahun berjalan, depresiasi rupiah tercatat mencapai 6,25%. Pelemahan ini tidak berdiri sendiri. Mayoritas mata uang Asia juga tertekan oleh penguatan dolar AS, dengan won Korea Selatan memimpin pelemahan sebesar 0,74%, disusul baht Thailand 0,18%, dan yen Jepang 0,08%.

Apa yang Menahan Rupiah agar Tidak Jatuh Lebih Dalam?

Analis Doo Financial Lukman Leong menilai ada dua kekuatan yang saling tarik menarik di pasar hari ini. Dari sisi eksternal, meredanya ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menunda rencana serangan terhadap Iran memberikan ruang bagi penguatan terbatas rupiah. Namun, dari sisi domestik, kondisi fundamental yang dinilai masih lemah membuat pelaku pasar enggan mengambil posisi agresif.

"Pelaku pasar tetap mencermati kondisi domestik yang dinilai masih lemah," ujar Lukman dalam keterangannya, Selasa (19/5).

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BI Jadi Kunci Pergerakan

Faktor utama yang menjadi perhatian investor adalah hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar hari ini. Pasar memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan guna menahan laju pelemahan rupiah di tengah tekanan eksternal yang terus menguat. Ekspektasi ini membuat pelaku pasar cenderung wait and see.

Menurut Lukman Leong, antisipasi terhadap keputusan BI ini membuat pergerakan rupiah diperkirakan terbatas. Ia memproyeksikan nilai tukar akan bergerak dalam rentang sempit Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Siapa yang Paling Terdampak oleh Rupiah di Level Terendah?

Pelemahan rupiah ke titik terendah sepanjang masa memberikan tekanan langsung pada sektor-sektor yang bergantung pada impor bahan baku dan utang dalam denominasi dolar. Perusahaan manufaktur, maskapai penerbangan, dan emiten yang memiliki kewajiban dolar AS menjadi pihak yang paling rentan terhadap fluktuasi kurs ini. Di sisi lain, sektor komoditas tambang dan eksportir justru diuntungkan karena penerimaan dalam dolar AS menjadi lebih besar saat dikonversi ke rupiah.

Apakah Rupiah Bisa Kembali Menguat Hari Ini?

Berdasarkan proyeksi analis, potensi penguatan rupiah masih terbuka meskipun terbatas. Sentimen positif dari meredanya ketegangan AS-Iran dan ekspektasi kenaikan suku bunga BI bisa menjadi katalis penguatan jangka pendek. Namun, tanpa ada kepastian kebijakan dari bank sentral, tekanan jual terhadap rupiah diperkirakan masih akan berlanjut.

Berapa Level Krusial yang Harus Diwaspadai Investor?

Level psikologis Rp 17.700 kini telah ditembus. Jika tekanan berlanjut, level berikutnya yang menjadi perhatian pasar adalah Rp 17.800 per dolar AS. Sebaliknya, jika BI menaikkan suku bunga lebih agresif dari ekspektasi, rupiah berpotensi kembali ke bawah Rp 17.600.

Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks