KLUNGKUNG — Ketua PBSI Klungkung I Nyoman Widana menyebut capaian timnya pada Undiksha Open III sebagai hasil yang mumpuni meski hanya satu gelar juara yang dibawa pulang. Penilaian itu disampaikannya saat merinci perolehan medali kontingen, Kamis (29/10/2026).
Dari lima medali tersebut, satu emas datang dari nomor ganda taruna putra. Tiga perak tersebar di ganda dewasa putra, tunggal taruna putra, dan ganda dewasa campuran. Satu perunggu ditambahkan dari ganda dewasa putra.
Berikut pembagian medali kontingen Klungkung berdasarkan nomor yang dipertandingkan:
Nama David muncul di dua nomor berbeda, yakni tunggal taruna putra dan ganda taruna putra. Bagas juga menyumbang kontribusi di dua kategori, yaitu ganda taruna putra dan ganda dewasa campuran.
Widana menilai komposisi medali Klungkung menunjukkan kekuatan tim tersebar di beberapa nomor, bukan bertumpu pada satu sektor saja. Menurutnya, hasil di Singaraja menjadi bekal sebelum atletnya turun di level nasional.
"Walaupun hanya 1 emas, tapi capaian tim kami terbilang mumpuni dengan ditambah 3 medali perak dan 1 perunggu di nomor ganda dan tunggal," ungkap Widana.
PBSI Klungkung, kata dia, tidak berhenti mengirim atlet ke turnamen setelah Undiksha Open III. Pengiriman atlet akan berlanjut ke sejumlah kejuaraan, baik di dalam maupun di luar Bali, sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.
Wakil terbaik Klungkung dijadwalkan tampil di Kejurnas Bulutangkis 2026 yang bergulir di Malang, Jawa Timur, pada 15-20 Desember mendatang. Ajang itu menjadi tolok ukur pertama bagi para atlet muda Klungkung di panggung nasional.
Ketua Umum KONI Klungkung Anak Agung Gde Anom memberikan apresiasi kepada pengurus, pelatih, dan atlet yang telah mengharumkan nama daerah. Ia meminta para atlet menjaga disiplin latihan dan terus mengasah kemampuan.
Pesan itu diarahkan pada target yang lebih besar, terutama Porprov Bali 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Buleleng pada September 2027. Bagi KONI Klungkung, hasil di Singaraja adalah titik awal, bukan garis akhir pembinaan.