DENPASAR — Potensi gelombang laut kategori tinggi tersebut dipicu pola angin permukaan yang bertiup dari arah Timur–Selatan dengan kecepatan 4–25 knot di Perairan Utara Bali, serta dari arah Timur–Tenggara dengan kecepatan 4–20 knot di Perairan Selatan Bali. Kondisi ini membuat aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan di wilayah tersebut berisiko terhadap keselamatan.
Selain tiga titik utama yang masuk kategori tinggi, BMKG juga mencatat potensi gelombang sedang antara 1,25 hingga 2,5 meter di kawasan Selat Badung. Masyarakat umum, nelayan, pelaku kegiatan wisata bahari, serta operator transportasi laut diimbau untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan peningkatan tinggi gelombang laut demi keselamatan beraktivitas.
Untuk kondisi cuaca di daratan, sebagian besar kabupaten/kota di Bali diprediksi berawan hingga cerah sepanjang hari. Kabupaten Jembrana, Bangli, dan Karangasem diprakirakan cerah dengan rentang suhu 21–28 °C.
Sementara itu, wilayah Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, serta Kota Denpasar akan mengalami cuaca berawan dengan suhu udara maksimum mencapai 29–30 °C dan tingkat kelembapan udara berkisar 60 hingga 92 persen.
Kabupaten Buleleng menjadi satu-satunya wilayah yang diperkirakan mengalami hujan ringan pada hari ini. Suhu di wilayah tersebut diprediksi berada di rentang 22–28 °C dengan kelembapan udara antara 59 hingga 86 persen.
BMKG mengingatkan agar warga di Buleleng tetap menyiapkan perlengkapan hujan, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada sore hingga malam hari.
BMKG merekomendasikan agar nelayan yang menggunakan perahu kecil tidak memaksakan diri melaut saat gelombang tinggi masih berlangsung. Operator transportasi laut juga diminta memperbarui informasi cuaca secara berkala sebelum menentukan jadwal pelayaran.
Peringatan dini ini berlaku mulai 25 hingga 28 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA. Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat mengakses kanal resmi BMKG atau menghubungi kantor BMKG terdekat di wilayah Bali.