BALI — Kampanye recall yang diumumkan pada 21 Agustus ini menyentuh hampir semua pemain besar EV di China. Tesla, Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, Zeekr, dan Lynk & Co termasuk dalam daftar produsen yang harus menarik kembali produknya. Berdasarkan dokumen yang diajukan ke Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR), enam merek di antaranya mencatatkan rekor penarikan terbesar sepanjang sejarah perusahaan masing-masing.
Masalah utama yang memicu recall besar-besaran ini terbilang tidak lazim. Regulator China menemukan bahwa gagang pintu mekanis darurat pada sejumlah model EV sulit dikenali atau digunakan oleh penumpang. Ini menjadi celah keselamatan serius, terutama dalam situasi darurat seperti kecelakaan atau kebakaran ketika sistem kelistrikan mobil mati dan pintu harus dibuka secara manual.
Desain gagang pintu flush yang rata dengan bodi, yang populer di kalangan produsen EV untuk menekan koefisien drag, menjadi akar persoalannya. Saat listrik padam, penumpang yang panik sering kali tidak menemukan tuas mekanis yang tersembunyi. Regulator menilai risiko ini tidak bisa dibiarkan, apalagi pasar EV China tumbuh sangat cepat dengan persaingan ketat yang mendorong produsen berinovasi terlalu cepat.
Langkah perbaikan yang diambil cukup sederhana namun dianggap efektif. Sembilan dari 11 produsen, termasuk Tesla dan Xiaomi, akan memasang label peringatan secara gratis untuk menunjukkan lokasi persis gagang pintu mekanis tersebut. Selain itu, mayoritas produsen juga akan mengirimkan pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA) sebagai bagian dari solusi.
Pembaruan OTA ini kemungkinan akan mengubah perilaku sistem saat terjadi tabrakan, misalnya dengan secara otomatis menurunkan kaca jendela atau memberikan notifikasi visual di layar tentang cara membuka pintu darurat. Kombinasi label fisik dan pembaruan software menjadi pendekatan ganda yang dianggap paling cepat menjangkau konsumen yang sudah terlanjur membeli unitnya.
Kampanye recall ini terjadi di tengah meningkatnya pengawasan otoritas China terhadap keselamatan kendaraan listrik. Pasar otomotif China yang sangat kompetitif memaksa produsen meluncurkan model baru dalam siklus yang sangat cepat. Tekanan untuk menjadi yang pertama di pasar sering kali membuat aspek pengujian keselamatan jangka panjang kurang mendapat perhatian.
Bagi konsumen Indonesia yang membeli mobil listrik China, kejadian ini menjadi pelajaran penting. Fitur gagang pintu flush yang tampak modern dan aerodinamis memang menarik, tetapi kemudahan akses darurat adalah hal yang tidak bisa ditawar. Sebelum membeli, ada baiknya mencoba langsung mekanisme pembukaan pintu manual saat kondisi mobil mati total. Pastikan Anda dan keluarga tahu persis di mana tuas darurat berada dan bagaimana cara menggunakannya.
Kabar baiknya, recall ini menunjukkan bahwa regulator China bergerak cepat dan produsen mau bertanggung jawab. Skema perbaikan gratis dan pembaruan OTA yang diumumkan menjadi standar yang baik — dan semoga menjadi perhatian bagi importir dan agen pemegang merek di Indonesia untuk menerapkan standar keselamatan yang sama ketatnya.