529 KK Terdampak Kekeringan di Bali, BPBD Petakan Titik Rawan Karhutla hingga TPA Suwung

Penulis: Candra Setiabudi  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 18:53:01 WIB
Petugas BPBD menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Bali.

DENPASAR — BPBD Bali memetakan sejumlah wilayah rawan bencana kekeringan dan kebakaran sepanjang musim kemarau 2026. Pemetaan ini mencakup potensi krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga kebakaran permukiman dan tempat pemrosesan akhir (TPA).

Kepala Pelaksana BPBD Bali Gede Agung Teja Busana Yadnya menyebut kekeringan sudah terjadi di tiga kabupaten sejak 11 April hingga 23 Agustus 2026. Sebanyak 529 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak, tersebar di Buleleng, Jembrana, dan Karangasem.

Kekeringan di Buleleng, Jembrana, dan Karangasem

Di Buleleng, kekeringan melanda Desa Sinabun dan Desa Madenan. Wilayah Jembrana mencatat dampak lebih luas, meliputi Kelurahan Pendem, Desa Asahduren, Desa Pergung, Kelurahan Bale Agung, Desa Berangbang, Desa Yeh Embang Kauh, Desa Tukadaya, dan Desa Manistutu.

Adapun di Karangasem, kekeringan terjadi di Desa Baturinggit, Desa Tianyar Timur, dan Desa Tianyar. BPBD Bali menyalurkan 521.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di ketiga kabupaten tersebut.

Rinciannya, 233.000 liter disalurkan di Buleleng, 285.000 liter di Jembrana, dan 30.000 liter di Karangasem.

Karhutla Meluas di Enam Kabupaten

Musim kemarau turut memicu kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik. Buleleng mencatat area terdampak terluas, yakni 91,52 hektare di Kecamatan Gerokgak dan lima hektare di Kecamatan Seririt.

Di Karangasem, kebakaran melanda Kecamatan Kubu seluas lima hektare yang mencakup lahan pertanian dan lahan kosong, serta dua hektare lahan kosong di Kecamatan Abang. Klungkung mencatat kebakaran 15 hektare di Kecamatan Nusa Penida dan dua hektare lahan kosong di Kecamatan Gunaksa.

Kebakaran lahan kosong juga terjadi di Desa Pekutatan, Jembrana, seluas 1,5 hektare. Sementara di Bangli, kebakaran hutan tercatat di Kecamatan Kintamani dengan luas sekitar 1,33 hektare.

TPA Suwung dan Fasilitas Pengelolaan Sampah Masuk Pemantauan

BPBD Bali tidak hanya memantau hutan dan lahan, tetapi juga gedung, permukiman, serta fasilitas pengelolaan sampah. TPST 3R Culik di Kecamatan Abang, Karangasem, terdampak kebakaran sekitar 10 are, dan TPST 3R Tejakula di Buleleng juga menjadi perhatian.

“TPA Suwung di Jalan Bypass Ngurah Rai, Desa Sanggaran, Kecamatan Denpasar Selatan, juga masuk dalam pemantauan. Area yang terdampak kebakaran tercatat sekitar dua are,” ungkap Gede Agung Teja Busana Yadnya.

Pemetaan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan BPBD Bali menghadapi peningkatan risiko bencana saat kondisi cuaca kering. BPBD terus memantau wilayah berpotensi risiko serta menangani masyarakat terdampak, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dan pengendalian kebakaran.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: diksimerdeka.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top